Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Sep 2018 13:26 WIB

Impor dari India dan Brasil Naik, Apa Saja Barangnya?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Impor non migas Indonesia pada bulan Agustus 2018 tercatat sebesar US$ 13,79 miliar atau turun 11,79% dibanding Juli 2018. Namun angka ini masih meningkat jika dibandingkan setahun sebelumnya pada Agustus 2017.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat negara pengimpor non migas ke Indonesia tertinggi pada bulan Agustus adalah Brazil, Selandia Baru dan India. Nilai impor non migas dari Brazil meningkat US$ 53,2 juta (month to month), Selandia Baru meningkat US$ 22,9 juta dan India naik US$ 21,6 juta.

"Impor yang turun paling besar dari China, Jepang, AS. Impor yang naik dari Brazil, Selandia Baru, dan India," kata Kepala BPS Suharyanto di Gedung BPS, Senin (17/9/2018).


Jika dilihat Iebih rinci, golongan susu, mentega, telur mengalami peningkatan terbesar impor pada bulan Agustus 2018, yaitu US$ 48,6 juta atau naik 94,19%. Kemudian diikuti kapal laut dan bangunan terapung US$ 39 juta (47,04%), gula dan kembang gula US$ 34,1 juta (23,81%), perangkat optik US$ 19 juta (6,73%), serta golongan garam, belerang, kapur US$ 18,3 juta (22,56%).

Sementara impor golongan mesin dan pesawat mekanik turun sebesar US$ 296,3 juta atau 11,31%. Diikuti oleh golongan besi dan baja US$ 288,6 juta (28,93%), kendaraan dan bagiannya US$ 156,6 juta (18,92%), bahan kimia organik US$ 138,9 juta (19,11%), serta plastik dan barang dari plastik US$ 102 juta (11,2%).

"Impor bahan baku yang turun cukup tajam di antaranya impor emas dari Singapura dan kapas dari AS. Impor barang modal yang turun seperti mesin, komatsu dan truk dari Jepang dan hardisk drive dari China," ujar Suharyanto.


Saksikan juga video 'Blak-blakan Mendag: Impor Beras Hingga Garam':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed