Ini Jenis Minyak Impor yang Bikin Neraca Dagang RI Tekor

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 17 Sep 2018 15:18 WIB
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus 2018 defisit US$ 1,02 miliar. Meski ekspor Indonesia mengalami kenaikan, namun impor yang masih jauh lebih besar membuat neraca perdagangan di bulan Agustus defisit.

Impor migas pada Agustus 2018 mencapai US$ 3,05 miliar atau naik 14,5% dibanding Juli 2018 dan meningkat 51,43% dibanding Agustus 2017.

Nilai impor migas pada Agustus 2018 bahkan tercatat yang paling tinggi dalam setahun terakhir.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima detikFinance, Senin (17/9/2018), jenis migas yang diimpor pada bulan Agustus terdiri dari beberapa jenis. Di antaranya adalah jenis minyak mentah, hasil minyak seperti bahan bakar motor dan minyak ringan, bahan bakar pesawat, bahan bakar diesel, gas dan hasil minyak lainnya.

Impor bahan bakar motor dan minyak ringan menjadi yang paling banyak pada Agustus yang mencapai US$ 1,6 miliar. Kemudian disusul minyak mentah berupa crude petroleum oils, condensates, dan jenis minyak mentah lainnya sebesar US$ 1,04 miliar.

Adapun peningkatan volume impor migas disebabkan oleh naiknya volume impor minyak mentah 75,17% (776.100 ton) dan gas 3,17% (15.800 ton), namun volume impor hasil minyak turun 4,17% (109.600 ton).


Impor migas pada bulan Agustus 2018 paling tinggi peningkatannya berasal dari Filipina yang naik 119,35% terhadap Juli 2018.

Kemudian disusul oleh Jerman yang naik 90,5%. Sementara Italia dan Polandia menjadi negara asal pengimpor migas ke Indonesia yang paling dalam penurunannya.


Saksikan juga video 'Wamen Arcandra Beberkan Dampak Kenaikan Dolar dan Impor Minyak':


(eds/dna)