Follow detikFinance
Minggu, 23 Sep 2018 19:48 WIB

Ekonom Sebut Polemik Impor Beras Bisa Pengaruhi Kepercayaan Investor

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Kisruh impor beras antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dianggap sudah terlalu ekstrim. Keduanya saling silang pendapat antara impor atau tidak.

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati menyampaikan perbedaan pendapat antar penyelenggara negara terkait impor memang bukan baru sekali terjadi. Namun bedanya, dulu hanya sebatas waktu pelaksanaan impor, dan kuota impor.

"Tapi bukan sampai terlalu ekstrim yang satu menyatakan butuh impor, yang satu menyatakan tidak butuh impor," katanya di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018).



Menurut dia, harusnya dalam kondisi saat ini pemerintah bisa meningkatkan sinergi, dan koordinasi, bukan justru menciptakan polemik yang kontraproduktif. Pasalnya itu bisa menggerus kepercayaan pasar.

"Kalau sudah dalam titik itu maka ini adalah sudah bukan tidak berkoordinasi lagi tapi sudah ada pembelahan di dalam kabinet sendiri," sebutnya.

Akibat polemik impor beras ini,Enny menilai malah bakal menimbulkan ketidakpastian dari kebijakan yang diambil pemerintah.


"Ketika kebijakan ini tidak pasti maka upaya agar tetap bisa pemerintah menjaga stabilitas harga, mampu menjaga confidence bisnis, kondisi bisnis dan sebagainya ini kan malah menjadi kontraproduktif," jelasnya.

Enny menyarankan, dalam mengambil kebijakan strategis seperti impor beras ini, pemerintah harus betul betul berkoordinasi secara matang dan komprehensif. Dengan demikian, apa yang sampai ke masyarakat bisa satu suara.

"Kalau pemerintah sendiri sudah carut marut, berpolemik sendiri, gimana pasar mau yakin, mau confidence. Padahal confidence itu justru yang sekarang dibutuhkan," tambahnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed