Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 27 Sep 2018 13:45 WIB

CT Sebut Ekonomi AS Melonjak karena Trump Pangkas Pajak

Trio Hamdani - detikFinance
Founder and Chairman CT Corp/Foto: Dok. Kanwil DJP Jakarta Selatan I Founder and Chairman CT Corp/Foto: Dok. Kanwil DJP Jakarta Selatan I
Jakarta - Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, menjadi pembicara dalam acara Tax Gathering Kanwil Pajak Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2018). Pria yang akrab disapa CT ini sempat bicara soal kebijakan pajak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan dampaknya ke ekonomi AS.

CT mengatakan Donald Trump yang berlatarbelakang pebisnis tahu apa yang dibutuhkan dunia usaha dan ekonomi.


"Cerita lagi, Amerika kuartal 2 lalu tumbuh di luar banyak perkiraan orang dan mungkin tertinggi dalam sejarah Amerika, 4,2%," kata CT dalam acara Tax Gathering di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

"Pertumbuhan negara super maju seperti Amerika itu nggak normal tumbuh seperti negara berkembang. Kalau kita (negara berkembang) tumbuh 5% itu layaknya negara maju 1-1,5%, 2% sudah luar biasa, tapi Amerika kemarin tumbuh 4,2% di kuartal 2," sambung CT.

Salah satu faktor yang mendongkrak pertumbuhan tersebut adalah kebijakan Donald Trump di sektor pajak.


"Kenapa bisa begitu? walaupun banyak orang protes katanya presidennya orang yang tidak rasional dan sebagainya, tapi karena orang bisnis, dia paham yang diperlukan dunia usaha, dan ekonomi negara, dia potong pajaknya," terang CT.

Begitu Trump memotong pajak efeknya langsung menyebar. Walaupun di satu sisi penerimaan negara jadi berkurang dari sektor pajak, di sisi lain membuat pendapatan perusahaan lebih tinggi dan hasilnya investasi meningkat.

Dengan meningkatnya investasi dari dunia usaha, lapangan pekerjaan bertambah sehingga semakin banyak orang yang berpenghasilan bisa membelanjakan uangnya.


"Mereka punya income, belanja. Belanja, spending naik, demand naik, pabrik tambah kapasitas, ini lah siklus ekonomi yang sebabkan terjadinya pertumbuhan yang luar biasa, bayangkan pertumbuhan 4,2%," sebutnya.

Selain itu, saat ini angka pengangguran di AS disebut yang terendah dalam 10-20 tahun terakhir, konsumsi masyarakat meningkat pesat, permintaan kebutuhan juga bertambah pesat.

"Tingkat pengangguran terendah dalam 10-20 tahun terakhir, konsumsi meningkat luar biasa, demand luar biasa," tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed