Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Okt 2018 21:01 WIB

Kepala BMKG Rapat Bareng Luhut Bahas Penanggulangan Bencana, Ini Hasilnya

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Masjid Al-Falah dan Al-Aswad Rusak Akibat Gempa di Palu (Foto: Pradita Utama) Masjid Al-Falah dan Al-Aswad Rusak Akibat Gempa di Palu (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati bersama jajaran beberapa deputi mendatangi Kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Setelah rapat sekitar satu jam, akhirnya Dwikorita turun dari ruang rapat. Ia menjelaskan, pertemuannya dengan Luhut sore ini membahas mengenai penanganan mitigasi bencana.

"Kami persiapkan untuk mitigasi bencana ini harus kita tingkatkan. Kita sempurnakan dan kita harus sinergi dengan kementerian lembaga," jelas dia di Kantor Kementerian Kemaritiman, Selasa (16/10/2018).


Ia juga membahas mengenai daerah prioritas mana saja yang perlu diselamatkan dari gempa dan tsunami.

"Kita ingin menyusun rencana bagaimana untuk pengembangan. Ada pilot prioritas daerah mana yang harus diutamakan karena potensi kebencanaannya tinggi. Ini harus disiapkan benar-benar sebelum terjadi bencana," jelas dia.

Selain membahas soal penanggulangan bencana, rapat ini juga membahas mengenai perkembangan alat pendeteksi gempa dan tsunami.

"Ada hal yang lebih lagi tidak hanya sebatas buoy, karena kita melihat teknologi yang lebih maju lagi. Jadi kita ini harus meningkatkan teknologi kita. Buoy itu kan 10 tahun lalu (ketinggalan zaman) sekarang ini kita harus melihat 10-20 tahun ke depan," papar dia.

Ia menjelaskan, pembahasan terbaru mengenai alat berupa alarm bencana saat ini sudah lebih tinggi kualitas dan kecanggihannya. Mengadaptasi dari teknologi yang sudah diterapkan Jepang, pihaknya akan meniru teknologi di negeri sakura untuk dibuat versi dengan konten lokal agar bisa digunakan di Indonesia.

"Tadi ada beberapa macam seperti sensor-sensor yang dibahas dan bisa ditanam di dasar laut, kemudian juga teknologi komunikasi yang lebih andal. Kemudian peringatan dini gempa kemudian ini juga akan kita kembangkan. Jadi berapa detik sebelum gempa ini ada sensor yang memberitahukan," jelas dia.


Sebagai informasi, buoy merupakan sistem peringatan dini tsunami (sistem pelampung) yang dipasang di tengah laut. Buoy merupakan salah satu opsi teknologi pendeteksi dini tercepat mengenai potensi tsunami.

Buoy di Indonesia sudah tak beroperasi sejak 2012. Meski alat itu tak beroperasi, BNPB menyatakan Indonesia masih bisa melakukan deteksi dini tsunami. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed