Follow detikFinance
Sabtu, 20 Okt 2018 12:56 WIB

4 Tahun Jokowi-JK

Saran untuk Jokowi-JK Agar Ekonomi RI Bisa Tumbuh Lebih Tinggi

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi pertumbuhan ekonomi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Target pertumbuhan ekonomi selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) stagnan berada di level 5%. Angka tersebut di bawah target 7% yang tercantum dalam rencana pembangunan jangan menengah nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.

Dalam setiap penyusunan APBN pun, pemerintah dan DPR selalu sepakat untuk menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi di level 5% dan tidak pernah ada yang menyepakati angka 7% seperti yang tertulis di RPJMN 2015-2019.


Menurut Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B Hirawan menilai angka pertumbuhan ekonomi nasional di level 5% merupakan posisi yang ideal di tengah ketidakpastian global.

"Menurut saya ekonomi Indonesia saat ini sudah tumbuh dengan stabil dan menunjukkan tren positif, meskipun tipis," kata Fajar kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (20/10/2018).


Menurutnya angka pertumbuhan 5% memang masih jauh dari target pemerintah, namun ada beberapa capaian yang bisa dianggap berhasil. Contohnya inflasi di level rendah dan angka kemiskinan maupun ketimpangan turun meski ekonomi hanya tumbuh di level 5%.

"Jadi poin saya, buat apa sibuk dengan kuantitas, di tengah ketidakpastian ekonomi global. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini justru menurut saya cukup berkualitas karena mampu mengurangi penyakit-penyakit ekonomi yang mendasar tadi," ujar Fajar.


Fajar menyarankan 4 hal kepada pemerintah apabila ingin mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi. Pertama, menjaga laju inflasi demi meningkatkan daya beli masyarakat, karena konsumsi rumah tangga merupakan kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kedua, terus bekerja dan berkomitmen untuk memperbaiki iklim investasi dan berusaha di Indonesia demi meningkatkan ketertarikan investor dalam/luar negeri.

Ketiga, terus tingkatkan belanja pemerintah untuk sektor-sektor yang produktif (infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan). Keempat, kurangi ketergantungan impor dengan cara meningkatkan kapasitas industri dalam negeri Indonesia. (hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed