Follow detikFinance
Rabu, 31 Okt 2018 20:35 WIB

Kementan Upayakan Peternak Ayam Petelur Tetap Untung

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Surabaya - Pemerintah merespon aspirasi peternak ayam layer (petelur) mandiri yang mengeluhkan perkembangan harga telur yang semakin turun, sedangkan harga pakan, yakni jagung dinilai tinggi.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) menggandeng Satgtas Pangan, dan Direktorat Barang Pokok Penting Kementerian Perdagangan, serta Polda Jatim langsung turun ke lapangan untuk mengadakan pertemuan dengan peternak ayam petelur mandiri di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur pada hari ini Rabu (31/10/2018).

Pada pertemuan tersebut Dirjen PKH I Ketut Diarmita menyampaikan beberapa langkah untuk memperbaiki harga telur di tingkat peternak. Pertama, peternak dihimbau agar meningkatkan kualitas telur dengan cara segera afkir ayam yang sudah tua karena tidak ekonomis dalam pemeliharaannya. Dengan memperbaiki kualitas telur, maka umur simpan bisa lama, sehingga saat harga telur turun, penjualan masih bisa ditahan.

Kedua, Peternak diminta meningkatkan produktifitas telur, sehingga terjadi efisiensi dan para peternak bisa mendapatkan margin yang lebih baik.


"Ketiga, Kementan menghimbau kepada perusahaan Pembibit agar meningkatkan kualitas bibit ayam (day of chicken/DOC), sehingga DOC yang diproduksi dan dijual ke para peternak harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan DOC yang tidak memenuhi SNI harus dimusnahkan untuk menjaga kualitas dan tidak merugikan para Peternak," Ketut, Rabu (31/10/2018).

Keempat, Peternak dihimbau untuk membangun kebersamaan dengan menguatkan korporasi, sehingga mampu bersaing saat membeli DOC dan pakan, serta menjual telur. Dalam menjaga harga telur bapak Dirjen PKH juga menyarankan agar Koperasi Putra Blitar terus membangun jaringan untuk distribusi telur selain DKI Jakarta untuk kemudian dapat direplikasi ke provinsi-provinsi lain yang membutuhkan telur.

Selain menghadapi masalah harga telur yang sedang turun, peternak ayam layer (petelur) juga menghadapi masalah bahan baku pakan, yaitu jagung. Pakan unggas menduduki porsi 71% dari biaya produksi. Peternak mandiri umumnya belum mempunyai manajemen stok (ketersediaan) pakan yang baik untuk mendukung keberlangsungan usahanya.

Ketut juga mengharapkan dimasa datang Bulog dapat terlibat dalam bisnis jagung agar dapat membantu mensuplai kebutuhan jagung untuk para peternak rakyat.


"Pada intinya, kita ingin peternak untung dan masyarakat juga tersenyum karena kebutuhan protein hewani yang berasal dari telur terpenuhi," pungkasnya.

Ketua Satgas Pangan Irjen Setyo Wasisto yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menghimbau agar para trader telur dan jagung untuk menjaga kestabilan harga agar tercipta iklim usaha perunggasan yang baik dan berdaya saing, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi para peternak dan juga memberikan keuntungan pagi para petani jagung. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed