Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Nov 2018 12:44 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Stagnan di 5%, Ini Pemicunya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi pertumbuhan ekonomi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia beberapa waktu terakhir mengalami pertumbuhan yang tidak terlalu cepat. Di era Presiden Joko Widodo pertumbuhan ekonomi RI tumbuh di kisaran 5%.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjelaskan penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stagnan. Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Bambang Priyambodo menjelaskan penyebab stagnannya pertumbuhan ekonomi adalah masalah produktivitas.

Dia menjelaskan tingkat produktivitas Indonesia masih tertinggal dari negara lain, misalnya transformasi struktural yang tercermin dari tenaga kerja di Indonesia.


Menurut dia lebih dari 30% tenaga kerja bekerja di sektor pertanian. Selain itu juga masalah deindustrialisasi.

"Meskipun pangsa industri manufaktur kita masih tinggi, namun dibandingkan Malaysia dan Thailand, justru turun," jelas Bambang dalam seminar di FEB UI, Depok, Senin (12/11/2018).

Dia menjelaskan kinerja industri manufaktur yang memburuk juga memiliki dampak yang jelas terhadap kinerja perdagangan internasional. Setelah 40 tahun, ekspor kita masih didominasi oleh komoditas.


Bambang menjelaskan ada tiga alasan yang membuat transformasi struktural yang sudah dilakukan belum cukup membantu meningkatkan produktivitas. Pertama, minimnya investasi di pembangunan infrastruktur. Meskipun di era pemerintahan Jokowi pembangunan infrastruktur sudah digencarkan, namun hal tersebut dianggap belum cukup mengingat Indonesia sudah jauh tertinggal.

"Investasi infrastruktur yang kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir cukup membantu, tapi itu masih belum cukup," kata Bambang.


Kedua, investasi dalam peralatan mesin dan Foreign Direct Investment (FDI) yang masih relatif rendah. "Kita tidak bisa mengharapkan manufaktur tumbuh, jika mereka tidak berinvestasi di peralatan dan mesin," jelasnya.

Ketiga, investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini dibuktikan dari mayoritas tenaga kerja Indonesia yang masih di dominasi oleh pekerja informal.




Tonton juga 'Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diharapkan Capai 5,4 %':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed