Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Nov 2018 20:36 WIB

Arif Budimanta: Ekonomi Pancasila Harus Jadi Strategi Kebudayaan

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta/ Foto: Dok KEIN Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta/ Foto: Dok KEIN
Jakarta - Ekonomi Pancasila merupakan gerakan kebudayaan khas Indonesia sehingga penting untuk menjadi bagian dari strategi pemajuan kebudayaan, sesuai arah kebijakan yang tengah disusun oleh pemerintah.

Menurut Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta, kebudayaan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia termasuk ekonomi. Oleh karena itu, maju mundurnya perekonomian suatu bangsa ditentukan oleh kebudayaan.

"Kebudayaan Indonesia adalah budaya gotong-royong dan sistem ekonomi Indonesia tidak dapat dipisahkan. Sistem Ekonomi Indonesia sudah seharusnya dan semestinya berdasar Pancasila," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemajuan Kebudayaan di Jakarta, yang dikutip melalui keterangan tertulis, Rabu (14/11/2018).


Kata Arif, pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Pemanfaatannya bisa diimplementasikan untuk menguatkan ideologi, politik, ekonomi, sosial , budaya, pertahanan, dan keamanan dalam mewujudkan tujuan nasional.

"Maka budaya itu termasuk kendaraan untuk membangun peradaban yang lebih baik bagi bangsa ini. Seperti pembangunan infrastruktur, itu adalah membangun peradaban karena pada dasarnya kita membangun konektivitas kebudayaan, membangun infrastruktur kebudayaan," kata Arif.

Lebih lanjut ia mengatakan pemajuan kebudayaan nasional juga diperlukan sebagai penggerak pembangunan nasional dan itu telah terbukti di China, Korea Selatan, dan Jepang, yang telah berhasil melakukan akselerasi pembangunan.

Dengan demikian, menurut Arif, jalan praksis untuk mewujudkan akselerasi pembangunan dapat dilakukan melalui pemajuan kebudayaan Ekonomi Pancasila sehingga masyarakat Indonesia nantinya mampu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.


"Jadi budaya yang ada dalam Ekonomi Pancasila harus jadi bagian dalam strategi kebudayaan nasional maupun rencana induk pemajuan kebudayaan yang saat ini sedang disiapkan oleh pemerintah," ucapnya.

Model pemikiran seperti itu, tutur Arif, sebenarnya sudah diimplementasikan. Misalnya, melalui pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah.

"Ini kan jelas, tujuannya pemerataan pemberdayaan, sejalan dengan semangat dalam Ekonomi Pancasila. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed