Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Nov 2018 23:35 WIB

Asing Boleh 100% di 25 Bidang Usaha, Sandi: UMKM Nggak Bisa Napas

Indra Komara - detikFinance
Foto: Agus Setyadi-detikcom Foto: Agus Setyadi-detikcom
Jakarta - Pemerintah memutuskan 25 bidang usaha boleh 100% investasi asing alias dibebaskan dari daftar negatif investasi (DNI). Cawapres Sandiaga Uno menilai hal itu bisa membuat UMKM sulit bernapas.

"Kalau UMKM harus berhadapan dengan asing ia akan pengap-pengap, nggak bisa napas, semuanya pasti akan kalah," ujar Sandiaga di Jl Sriwijaya I no 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).


Menurut dia suatu kebijakan juga harus memikirkan nasib organ ekonomi khususnya UMKM. Sandi menilai UMKM menyumbang 97,7 persen penciptaan lapangan kerja.

"Kalau 54 usaha ini dikasih ke asing kita musti lihat bagaimana dampaknya kepada UMKM dan di sini menarik gitu orang-orang yang mendukung pemerintahan terpilih kembali sekarang udah pada berteriak gimana sih, terus koordinasinya seperti apa," kata pria yang disapa Sandi itu.


Soal 25 bidang usaha yang 100% persen bisa dikuasai asing ini masuk di dalam Paket Kebijakan Ekonomi ke-16. Sebelumnya diubah menjadi 25, pemerintah menyebut ada 54 bidang usaha yang boleh 100% dikuasai asing.

Sandi pun melihat perubahan ini menimbulkan ketidakpastian. Dia menilai ada kesimpangsiuran data sehingga akhirnya diubah.


"Keluar berita oh dari 54 jadi 25 sisanya dalam konfirmasi dan ini menimbulkan ketidakpastian begitu rilis A direvisi, terus yang lainnya wait and see gitu," ujar dia.

"Ke depan kesimpangsiuran data seperti ini nggak boleh, kalau Allah beri amanah ini kepada kami, kita pastikan dulu sebelum rilis gitu jangan trial, turun-turun terus, ini menimbulkan ketidakpastian dalam keadaan ekonomi kita yang sekarang malah menimbulkan kebingungan," sambung dia.


Tonton juga 'Mustahil 74% Lahan RI Dikuasai Asing, Ini Alasannya':

[Gambas:Video 20detik]

(idn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com