Jagung yang Dipinjam dari Korporasi Bakal Diganti dari Impor

Saifan Zaking - detikFinance
Jumat, 23 Nov 2018 16:54 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Ketersediaan jagung untuk pakan ternak di dalam negeri masih terbatas, maka dari itu belum lama ini peternak mandiri mendapat pasokan jagung yang berasal dari pinjaman 10.000 ton jagung dari perusahaan feedmill besar seperti Chaeroen Pokphand dan Japfa.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pinjaman jagung dilakukan untuk mengisi kebutuhan jagung peternak yang mendesak sementara jagung impor belum datang meski izinnya sudah terbit.

"Kami berterima kasih, yang pertama pinjam adalah Bulog. Kemudian kami komunikasi, Japfa dengan Charoen Pokphand sudah berkontribusi membantu petani kecil," tutur Amran ditemui di markas detikFinance, Jumat (22/11/2018).


Kementerian Pertanian melalui Perum Bulog memang meminjam 10.000 ton jagung ke perusahaan pakan ternak besar atau feedmill.

Dari rencana pinjaman 10.000 ton jagung, hingga saat ini sudah terealisasi peminjaman jagung sebanyak 1.500 ton. Jagung tersebut dijual dengan harga Rp 4.000 per kilogram untuk peternak mandiri.

Untuk pengembaliannya, sambung Amran, bakal dipenuhi dari realisasi impor jagung yang diprediksi datang akhir Desember mendatang.


Karena mekanisme pinjaman dilakukan melalui Bulog, lanjut Amran, pengembalian 10.000 ton jagung tersebut juga nantinya akan dilakukan lewat Bulog.

"Pasti nanti Bulog, melalui Bulog," tandas dia.

Pemerintah dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution telah memutuskan impor jagung sabanyak 100.000 ton, sesuai dengan usulan Mentan Amran.

Namun, impor tersebut diprediksi baru terealisasi akhir tahun, sementara kebutuhan jagung untuk pakan ternak sudah mendesak. (dna/dna)