Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 13 Des 2018 21:25 WIB

Petani Bawang Putih Bantah Menolak Benih GBL Pemerintah

Nabilla Nufianty Putri - detikFinance
Foto: ABC Australia Foto: ABC Australia
Jakarta - Petani bawang putih di kawasan lereng Gunung Sumbing, Jawa Tengah, membantah adanya penolakan benih bawang putih impor jenis Great Black Leaf (GBL) yang direkomendasikan pemerintah. Yang terjadi sebenarnya adalah karena masa tanam di musim kemarau sehingga hasilnya tak maksimal.

"Tidak benar kami menolak menanam benih bawang putih GBL yang direkomendasi pemerintah. Yang terjadi sebenarnya, karena tanamnya di musim kemarau yang kurang air, jadi hasilnya juga tidak maksimal. Jadi bukan karena benihnya jelek atau tidak bisa ngumbi di sini", ujar Ketua Kelompok Tani Tunas Muda Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Magelang, Wiwin Suheri dalam keterangan tertulis Kamis (13/12/2018).

Wiwin menambahkan benih GBL asal Taiwan akan bagus kalau ditanam di musim penghujan seperti saat ini. Sehingga hasilnya akan lebih maksimal.

"Kemarin-kemarin itu yang tanam dengan sprinkle dan cukup air hasilnya juga bagus kok. Yang hasilnya kurang bagus itu yang kekurangan air dan kurang dirawat saja. Kami kalau dikasih bantuan benih GBL akan sangat senang dan mau tanam, yang penting musimnya pas seperti sekarang ini. Ini benih saya akui bagus sekali. saya sendiri sudah coba tanam, hasilnya bagus kok," imbuhnya.


Selain itu, Petani bawang putih Desa Balesari, Bansari, Temanggung, Supriyanto, mengaku terkejut dengan infromasi yang menyebut kegagalan panen di daerahnya disebabkan benih asal Taiwan.

"Dulu kami beli benihnya di pasar. Memang yang kami tanam sebagian ngumbi sebagian enggak. Yang enggak ngumbi itu kayaknya kecampuran bawang konsumsi asal China. Ditambah lagi dengan kurangnya penyiraman air dan struktur tanah di daerah kami yang berpasir. Selama ini kami lebih banyak menanam benih lokal tapi tidak berarti menolak benih GBL asal Taiwan," ungkap Supriyanto.

Menurut Kepala Seksi Sayuran dan Tanaman Obat Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, Yoga Susilo, menyatakan dari hasil pengumbian yang dilakukan pihaknya terhadap penanaman bawang putih jenis GBL pada tanggal 14 November 2018 lalu diperoleh hasil 11,04 ton per hektare lahan.

"Artinya benih jenis tersebut sangat cocok ditanam, dan hasilnya cukup bagus, bahkan melampaui produktivitas nasional bawang putih yang hanya sekitar 9,1 ton per hektare. Yang hasilnya kurang itu karena kekurangan air dan kurang dirawat saja. Tak hanya GBL, bawang putih benih lokal pun juga tidak maksimal hasilnya kalau kurang pengairan karena pada dasarnya bawang putih itu memang butuh air yang cukup," jelas Yoga.


Menurut pantauan Kasi Sarana dan Prasarana Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Ruri Handayani, pihaknya tidak mengalokasikan bantuan APBN 2017 ke Desa Balesari Kecamatan Bansari. Sehingga diduga benih yang ditanam merupakan bawang konsumsi asal China.

"Kami akan klarifikasi ke lapang. Yang jelas tidak ada kegiatan APBN 2017 di desa tersebut. Kami menduga benih yang gagal panen itu adalah bawang konsumsi asal China yang dijadikan benih, tapi bukan GBL asal Taiwan. Yang pasti secara umum lahan di Temanggung sangat cocok untuk ditanami bawang putih." ungkapnya.

Secara terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Prihasto Setyanto, membenarkan jika benih GBL asli asal Taiwan bisa tumbuh dan berumbi jika ditanam di Indonesia.

"Seperti halnya jenis lokal, benih GBL asal Taiwan juga butuh air yang cukup selama masa pertumbuhan dan pengumbian. Mungkin dari sisi waktu pengumbian sedikit lebih lama, tapi bukan berarti tidak bisa berumbi. Kalau ada pihak-pihak yang masih meragukan, kami sangat terbuka untuk berdialog langsung, silakan," paparnya.

"Komoditas apapun apabila ditanam di kondisi kurang air pertumbuhannya tidak akan maksimal. Selain masalah air, perawatan tanaman seperti penyiangan, pengendalian hama dan penyakit, serta pemupukan sesuai takaran sangat penting dalam mendukung suksesnya pertanaman bawang putih," pungkasnya. (prf/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed