Sarjana Jadi Freelancer, Pakar: Milenial Tak Mau Kerja Kantoran

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Selasa, 18 Des 2018 17:50 WIB
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Baru-baru ini video iklan dari partai Gerindra viral di media sosial. Dalam video itu diperlihatkan seorang sarjana lulusan baru sulit mendapatkan pekerjaan dan memilih menjadi freelancer.

Menurut Direktur CORE Indonesia Piter Abdullah bekerja sebagai freelancer dahulu sempat dinilai sebelah mata. Pasalnya pekerjaan tersebut tidak memberikan kepastian penghasilan serta kesejahteraan.

"Pekerja lepas atau freelancer dulu dianggap kurang terhormat karena jenis pekerjaan ini tidak memberikan kepastian penghasilan. Sekaligus juga tidak menjamin kesejahteraan," jelas dia kepada detikFinance, Selasa (18/12/2018).

Namun, kata Piter, saat ini justru bekerja sebagai freelance menjadi sebuah tren baru bagi para milenial. Sebab, menurutnya, pekerjaan tersebut memiliki kesamaan dengan sifat milenial, yakni tidak suka terikat pada satu pekerjaan.


"Berbeda dengan pendahulunya, kaum milenial tidak lagi mengutamakan kepastian dan rasa aman. Preferensi dan gaya bekerja kaum milenial juga berbeda. Mudah bosan dan cenderung tidak loyal mendorong kaum milenial lebih memilih untuk bekerja secara tidak terikat," terangnya.

Selain itu, perkembangan teknologi juga mendorong tren freelance di kalangan milenial. Sebab, dengan kemajuan gadget dan internet sebuah pekerjaan bisa diselesaikan di mana saja sehingga tidak perlu datang ke sebuah kantor.

"Perkembangan teknologi kemudian mengubah segalanya. Dengan bantuan teknologi komputer dan internet sekarang bekerja tidak lagi memerlukan space. Tidak perlu lagi masuk kantor. Bekerja bisa di rumah atau di sebuah kafe di tepi pantai. Jadi supply dan demand mendorong maraknya fenomena freelance," tutup dia.

(fdl/fdl)