Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Jan 2019 17:44 WIB

Jokowi atau Prabowo yang Menang, Pengusaha Minta Ritel Diperhatikan

Trio Hamadani - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Banyak toko ritel yang tutup belakangan ini, salah satunya ialah HERO yang menutup 26 toko di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, baru-baru ini Central Department Store juga mengumumkan penutupan gerai di Neo Soho, Grogol.

Pelaku bisnis di bidang ritel pun berharap presiden terpilih nantinya, baik Joko Widodo (Jokowi) atau Prabowo Subianto bisa mengatasi masalah tersebut, di mana banyak toko ritel yang gulung tikar.

"Memang ada beberapa catatan yang saya kira sampai hari ini, sebenarnya mulai tahun 2016, dalam taraf semingguan ini kan ada yang tutup beberapa banyak," kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Kepada presiden terpilih, dia menyampaikan ada tantangan global yang harus dihadapi. Kondisi global tersebut membuat banyak pengusaha ritel di dalam negeri tertekan.

"Saya ingin sedikit mengkaitkan, ada nggak korelasi dengan kebijakan-kebijakan, sangat ada. Nah bagi siapapun pemerintahan ini harus jadi catatan, ekonomi global di depan mata tak terlalu menggembirakan, berefek ke internal kita," jelasnya.


Di tengah kondisi tersebut, dia berharap presiden terpilih bisa mengambil kebijakan yang tepat. Jika kebijakan yang diambil salah, kata dia, justru bisa semakin merugikan peritel dalam negeri.

"Bagaimana strategi kita, kebijakan kita yang akhirnya saya kira banyak peraturan yang akhirnya memberatkan kami sebagai pelaku usaha hilir. Kenapa? kalau kebijakan itu salah, banyak sekali berbondong-bondong produk impor. Kita hanya bisa jadi pasar," ujarnya.

Saat ini, menurutnya pun sudah banyak produk impor yang membanjiri pasar ritel di Indonesia.

"Kami lihat itu, sekarang produk produk impor sudah mulai membanjiri kita. Karena memang China nggak bisa lempar ke AS, ke mana mana, akhirnya kita salah satu konsumsi yang pasarnya cukup besar," paparnya.

"Saya kira masukan kami sudah banyak. Terlepas yang sudah kami sampaikan, siapapun yang terpilih tetap ini tidak bisa dihindarkan harus diatur secara baik," tambahnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed