Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Jan 2019 23:09 WIB

Ini Dia Bisnis yang Diprediksi Moncer dan Tiarap di Tahun Babi

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance Ilustrasi/Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Jakarta - Sebentar lagi warga Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek. Dalam perayaan itu biasanya sangat erat dengan ramalan peruntungan khususnya di dunia usaha.

Menurut Pakar Fengshui, Mas Dian, tahun ini merupakan Tahun Babi dengan elemen Kayu. Pandangan itu berbeda dengan kebanyakan para pakar fengshui.

Dia menjelaskan, investasi erat kaitannya dengan elemen air dan logam. Investasi di pasar modal bersifat air, sementara investasi yang berjangka waktu lama bersifat logam.


Untuk investasi bersifat air menurutnya tahun ini cukup baik, sebab air merupakan elemen yang menghidupi kayu. Hal ini berbanding terbalik untuk investasi bersifat logam.

"Kalau yang bergerak lama itu logam, kayu ini kalau ketemu logam akan patah. Tapi kembali lagi, di saat situasi yang tidak menguntungkan itu kita harus cerdas," tuturnya di sela acara Investment Outlook Kemilau Harga Emas di Tahun Babi, di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Mas Dian menjelaskan, investasi di elemen logam yang cukup berat tahun ini adalah properti dan pertambangan termasuk emas, meskipun untuk komoditas karet dia menilai masih cukup bagus.


Di sisi lain dia melihat kondisi yang sedikit berbeda untuk emas dan properti. Properti menurutnya masih akan terpuruk hingga tahun depan, sedangkan emas masih tergantung dari individunya.

"Properti masih berat, tahun 2020 baru bisa, emas itu masih tergantung pelakunya, kalau pelaku pengetahuannya ada dia akan mendulang untung," terangnya.


Sementara untuk bisnis yang memiliki prospek cerah di tahun Babi Kayu adalah furniture dan kuliner. Meskipun untuk kuliner persaingan masih menjadi tantangan.

"Kita lihat mal sepi enggak? nah yang ramai itu restoran. Masalahnya yang jualan banyak, makanya dagingnya dibagi-bagi. Jadi masih bersaing, siapa pelakunya, punya bakatnya di kuliner. Kalau modal doang ya kacau, tergantung orangnya itu," ujarnya.

Selain itu Mas Dian meramalkan juga harga minyak akan naik tahun ini, sebab minyak merupakan unsur api yang mampu membakar kayu yang menjadi elemen di tahun ini.

"Kalau kita bilang minyak, minyak berpengaruhi komoditas lain, minyak unsur api, api pembakar kayu, dia akan berkorban, harga mulai naik," terangnya. (das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed