Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Feb 2019 16:10 WIB

Truk Cabut dari Tol Trans Jawa Gegara Mahal, Luhut: Saya Cek

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Muhammad Abdurrosyid Foto: Muhammad Abdurrosyid
Jakarta - Pengusaha logistik yang tergabung dalam Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengeluhkan tingginya tarif tol Trans Jawa untuk truk. Pengusaha meminta pengelola tol menurunkan tarif.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan mengecek dengan mempertimbangkan juga dari sisi pengusaha tol.


"Nanti saya cek kalau mahal. (Tindak lanjutnya) nanti akan dievaluasi, dievaluasi. Kan membangun kan mereka (pengusaha tol) juga hitung berapa revenue (pendapatan) yang didapat dengan misalnya investasi segitu," kata Luhut ditemui di kantornya, Senin (4/2/2019).

Luhut tak mempersoalkan pindahnya truk dari Tol Trans Jawa ke jalan nasional yang tidak berbayar, yaitu jalur Pantura yang disebabkan mahalnya tarif tol. Menurutnya, itu merupakan pilihan bagi pelaku usaha untuk mencari keekonomian.


"Ya pasti mereka nyari mesti keekonomiannya dilihat masing masing," sebutnya.

Di sisi lain, pemerintah gencar membangun tol untuk mempermudah arus logistik. Mahalnya tarif tol yang dikeluhkan pengusaha logistik tentu bertolak belakang.


Mengenai hal tersebut, Luhut tetap menegaskan Tol Trans Jawa tetap memberi manfaat untuk angkutan logistik, pasalnya sekarang ada banyak pilihan. Luhut menambahkan, dengan adanya Tol Trans Jawa membuat mobilitas jauh lebih lancar dan cepat.

"Ada pilihan pesawat udara, ada jalan Pantura, ada tol, ada kereta api. Dulu tidak punya pilihan pilihan itu," sebutnya.


Saksikan juga video 'Mau Ngegas di Tol Merak-Pasuruan? Siapkan Rp 712.50':

[Gambas:Video 20detik]


Truk Cabut dari Tol Trans Jawa Gegara Mahal, Luhut: Saya Cek


(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed