Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 09 Feb 2019 12:52 WIB

Bagasi Pesawat Berbayar, Ekonomi RI Dapat 'Ancaman'

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Mindra Purnomo
Jakarta - Industri pariwisata di Indonesia terancam jalan di tempat akibat harga tiket pesawat yang naik dan bagasi berbayar. Hal ini tentu bisa berdampak ke ekonomi Indonesia lantaran salah satu sektornya terkontraksi.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan dengan adanya bagasi berbayar dan harga tiket pesawat yang tinggi maka akan mempengaruhi kunjungan wisatawan baik mancanegara dan wisatawan lokal.

"Kalau harganya tinggi, orang akan mengurangi jalan-jalan dan ini akan berdampak pada pariwisata nasional. Jadi target kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal pasti akan turun," ujar Bhima dalam diskusi di Cikini, Sabtu (9/2/2019). Pemerintah tahun ini menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang.



Memang Peraturan mengenai bagasi berbayar tertuang dalam Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam aturan tersebut, kelompok penerbangan full service tak akan dikenakan biaya bagasi maksimal 20 kg, kelompok medium service maksimal 15 kg. Sementara khusus penerbangan berbiaya murah (LCC) dapat dikenakan biaya.

Lion Air dan Wings Air tak lagi menerapkan fasilitas bagasi gratis bagi penumpang sejak 22 Januari 2019.

Menurut Bhima jika pemerintah berniat untuk menaikkan sektor pariwisata maka dibutuhkan harga tiket pesawat dan penundaan bagasi berbayar.

"Tidak harus murah, tapi kalaupun ada kenaikan ya secara gradual. Sekarang pariwisata itu bisa jadi tulang punggung perekonomian," imbuh Bhima.

Apalagi saat ini, generasi milenial di Indonesia sedang gencar untuk berwisata atau jalan-jalan ke destinasi di seluruh Indonesia. Dengan harga tiket yang mahal dan bagasi berbayar, maka akan terjadi penurunan permintaan tiket pesawat.




Tonton juga video 'Gegara Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Kapal Laut Bertambah':

[Gambas:Video 20detik]


Bagasi Pesawat Berbayar, Ekonomi RI Dapat 'Ancaman'
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com