Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 16:05 WIB

Kementan Bagi-bagi 25 Ribu Benih Jeruk hingga 500 Domba ke IWAPI

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Dok. Kementan Foto: Dok. Kementan
Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengapresiasi peran perempuan pengusaha dan terus mendorong perannya dalam membangun perekonomian Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Amran dalam sambutannya kerja sama yang dilakukan antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) di Bandung.

"Ada 49% perempuan di Indonesia. Kita butuh banyak perempuan pengusaha untuk membangkitkan ekonomi Indonesia. Memberdayakan perempuan, juga berarti memberdayakan keluarga, memberdayakan generasi masa depan Indonesia," kata Amran dalam keterangan tertulis, Rabu (13/2/2019).

Dalam acara yang merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IWAPI ke 44 tersebut, Amran membagikan benih jeruk sebanyak 25 ribu pohon, benih jagung untuk 72 hektare, domba/kambing 500 ekor, dan 5 ribu ekor bibit ayam kampung/Day of Chicken (DoC).


"Bantuan ini bisa lebih, bahkan bisa dua kali lipat sesuai dengan kebutuhan. Kami buka akses bantuan gratis untuk IWAPI ke Ditjen Hortikultura, Tanaman Pangan, dan Peternakan," lanjut Amran.

Amran menyampaikan bahwa pengusaha bidang pertanian saat ini semakin dipermudah. Terbukti investasi dan ekspor yang jadi kunci pembangunan pertanian Indonesia semakin bergairah. Kementan mencatat berhasil meningkatkan investasi dari Rp 29,3 triliun di 2013 menjadi Rp 61,6 triliun, atau meningkat 110%.

Demikian juga dengan tren ekspor pertanian secara nasional yang nilainya meningkat 29,7%, dari Rp 384,9 triliun di 2016 menjadi Rp 499,3 triliun pada 2018.

"Selain penyederhanaan regulasi, amanat presiden juga meminta penyederhanaan perizinan melalui Online Single Submission (OSS). Jika dulu izin investasi bisa memakan waktu 3 tahun, sekarang surat-surat untuk izin investasi hanya butuh 3 jam," terang Amran.

Di hadapan para pengusaha perempuan tersebut, Amran juga membanggakan capaian inflasi pangan yang bisa ditekan. Merujuk pada data BPS, inflasi pangan pada 2013 sebesar 11,71% menjadi 1,26% tahun 2017. Indikator lain terkait kesejahteraan petani, dikatakan Amran juga membaik. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) membaik, sementara kemiskinan di desa menurun.

Sementara itu, Ketua IWAPI Nita Yudi menyampaikan IWAPI sudah mendapat bantuan bibit dari Kementan sejak 2017, beberapa daerah bahkan sudah berhasil mengembangkan agribisnisnya.


"Sesuai keinginan Bapak Presiden yang hadir pada Rakernas IWAPI pada Oktober 2018 lalu, kita butuh lebih banyak lagi perempuan pengusaha. Kerja sama dengan Kementan ini adalah salah satu upaya untuk menuju peningkatan tersebut," papar Nita.

Di kesempatan itu Amran juga sempat berdialog dan langsung memberikan solusi saat berdialog dengan beberapa anggota IWAPI. Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Jendral Hortikultura Suwandi, Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi UKM Yuana Setyowati, Direktur Komersial Bulog Judith Dipodiputro, dan Kepala Biro Produksi dan Industri Pemprov Jabar Taufik Garsadi. (prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed