Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 17 Feb 2019 22:14 WIB

Prabowo ke Jokowi soal Beras: Kalau Stok Banyak Kenapa Impor?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Edi Wahyono Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritisi kebijakan impor pangan yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo.

Dia menyebutkan bahwa impor yang dilakukan oleh pemerintahan tidak tepat. "Ini jawaban yang selalu kita dengar, masalahnya strategi falsafah ekonomi kita yang berbeda, kita ingin berdayakan produsen kita sendiri," kata Prabowo dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Prabowo mempertanyakan soal impor beras yang dilakukan padahal pemerintah menyebut terjadi surplus pada produksinya.

"Itu yang jadi masalah, kalau kita sudah benar kelebihan 3 juta ton kenapa kita harus impor. Apakah tidak lebih baik devisa dihemat dan digulirkan buka lahan baru untuk benih, pupuk ke petani, ini falsafahnya beda," imbuh dia.



Dia menyebutkan ekonomi adalah harus untuk rakyat jangan rakyat untuk ekonomi.

"Pasal 33 bagi kami adalah suatu pengaman dan ini suatu pengaman petani untuk minta harga yang baik. Mereka minta jangan impor pada saat panen," kata dia.

Prabowo juga menyebut Jokowi tidak mendapatkan laporan dari Menteri Perdagangan yang mengubah keputusan Menteri terkait izin impor beras.

"Saya kira Menteri perdagangan bapak tidak melaporkan ke bapak dia mengubah Keputusan Menteri, kalau dulu kan tidak boleh impor sebelum panen dan tidak boleh impor 2 bulan setelah panen. Ini tolong bapak cek ini menjadi masalah yang dikeluhkan petani. Menurut saya ini harus berdiri di atas kaki sendiri," jelas dia.




Video: Adu Greget Jokowi dan Prabowo Soal Startup Unicorn

[Gambas:Video 20detik]

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed