Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 23 Feb 2019 23:45 WIB

Sandi Sebut Produksi Mete Vietnam 2.000 Kg/Ha, RI 300 Kg/Ha

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Karangasem - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno membandingkan produksi mete Indonesia dengan Vietnam. Menurut pria yang beken disapa Sandi ini, produksi mete Vietnam per kilogram (kg) dalam satu hektare (ha) jauh lebih banyak ketimbang Indonesia.

Vietnam bisa mencapai ribuan kg, sedangkan Indonesia hanya ratusan kg

"Sebagai perbandingan Vietnam itu produksinya bisa sampai 2.000 kg per hektare sedangkan Indonesia di rata-rata hanya 300 kg per hektare. Berarti produktivitas di Vietnam itu lebih bagus," ujar Sandi saat dialog bersama petani mete di Penglingsir Puri, Puri Agung Karangasem, Bali, Sabtu (23/2/2019).


Perbandingan hasil produksi mete tersebut disampaikan Sandi setelah mendengar keluhan petani mete bernama Nengah.

"Sekarang ini produksi makin menurun pak, harganya tuh juga meningkat di awal saja dua tahun ini terus turun," keluh Nengah kepada Sandi.

Sandi menjelaskan produksi mete di Vietnam lebih banyak dari Indonesia karena di Vietnam pupuk dan obat-obatannya didistribusikan dengan lancar, dikemas dengan baik. Oleh sebab itu, Sandi menegaskan, jika terpilih dalam pilpres Mei nanti program prioritas dirinya bersama Prabowo Subianto adalah membantu petani meningkatkan produksi.


Salah satu sasaran dari program tersebut adalah para petani mete.

"Fokus Prabowo-Sandi dan koalisi adil makmur adalah ekonomi. Membantu promosi kacang mete sehingga harganya naik buat Pak Nengah dan kawan-kawan keberpihakan kepada petani. Saya lihat di Wonogiri, kacang mete buka peluang ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat kalau diberikan bimbingan pemerintah," kata Sandi

Dia juga mengusulkan agar para petani berinovasi menggunakan mesin pengupas mete, sehingga menghindari kacang tersebut pecah dan bisa dijual dengan harga tinggi.


"Jadi salah satunya, pada intinya selain produksi pengolahannya tentunya yang gelondong beda sama yang dikupas. Kalau pecah tentu harga jatuh, di Wonogiri banyak yang nggak bisa diekspor karena banyak yang pecah," tuturnya.

Sandiaga menambahkan mete sebenarnya memiliki pangsa pasar luas dan diminati Amerika hingga Eropa. Hanya saja hingga saat ini kualitas produksi Indonesia masih belum bisa bersaing dengan produk sejenis dari negara tetangga.

"Saya rasa pasar ekspor terbesar ke Amerika, Eropa, dan China kadang besar sekali. Permintaan banyak tinggal bagaimana kita mengelola, kalau ada kemitraan antara pemerintah, Kadinnya juga dengan petani kuncinya bagaimana kita tingkatkan, kesejahteraan petani nomor 1 kalau presidennya nomor 2," tutur Sandiaga sembari tersenyum. (ams/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com