Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Feb 2019 10:17 WIB

Duh, Harga Tiket Pesawat Masih Mahal

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pada pertengahan Januari lalu, publik sempat dihebohkan oleh pengakuan seorang warga yang harus mampir ke Malaysia dulu untuk pergi ke Jakarta dari Aceh lantaran harga tiket pesawat yang naik tinggi. Harga tiket pesawat dengan rute 'mampir' ke Malaysia terhitung jauh lebih murah dibandingkan penerbangan langsung dari Aceh menuju Jakarta.

Hal ini ternyata terjadi pula untuk sejumlah rute lainnya di dalam negeri. Sontak media sosial ramai oleh komentar masyarakat yang ramai-ramai mendengungkan harga tiket pesawat mahal.

Setelah beberapa penelusuran, buntutnya kejadian ini membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga tiket pesawat segera diturunkan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang ditemui usai rapat terbatas di Istana Negara saat itu mengatakan Presiden meminta harga tiket pesawat turun pada pekan itu.

"Ya diusahakan (harga tiket turun) minggu ini," kata Budi Karya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (13/2) lalu.


Sehari setelahnya, maskapai pelat merah Garuda Indonesia Group mengumumkan penurunan harga tiket sebesar 20%. Adapun maskapai yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia Group di antaranya Garuda Indonesia dan Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia serta Sriwijaya Air-NAM Air Group.

Namun berselang hampir dua minggu setelah pengumuman tersebut, harga tiket pesawat dalam negeri terpantau masih tinggi. Sejumlah pengguna merasakan harga tiket pesawat masih lebih mahal dibandingkan biasanya.

"Dari Jakarta ke Batam masih mahal. Masa 1,3 juta sekali jalan doang pakai Citilink," kata Jessica, salah seorang pegawai negeri sipil yang berdomisili di Jakarta kepada detikFinance.

Masih tingginya harga tiket pesawat juga terpantau pada rute-rute lainnya. Rata-rata harga tiket pesawat naik hingga dua kali lipat dari biasanya.

"Pekanbaru-Medan biasanya under 400.000, sekarang 980.000 paling murah," ujar Harry, karyawan swasta yang berdomisili di Pekanbaru.

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansyah mengonfirmasi hal tersebut. Menurutnya penurunan harga tiket pesawat sejumlah maskapai saat ini sudah ada perkembangan, namun belakangan harga tiket memang terasa kembali naik.

"Sampai saat ini sebenarnya sudah ada perkembangan (penurunan). Tapi memang belum menyeluruh. Itikad baik dari airline untuk menurunkan ada tapi belum banyak, jadi sistemnya masih diskon," katanya saat dikonfirmasi detikFinance.


"Seingat saya ada beberapa rute yang memang diturunkan tapi sekarang naik lagi," tambahnya.

Budijanto bilang harga tiket yang masih tinggi umumnya terjadi pada rute-rute favorit seperti menuju Denpasar, Yogyakarta, dan Surabaya. Dia berharap maskapai bisa kembali menyesuaikan kebijakannya, khususnya pemberlakuan kembali tarif batas atas dan batas bawah.

"Kami harapkan airline itu mulai kembali menerapkan batas atas batas bawah. Jadi terjangkau untuk semua kelompok masyarakat. Jadi mau beli murah silakan, beli mahal silakan. Jadi kalau jauh-jauh hari mereka bisa beli lebih murah, karena ada sub classes itu," ungkapnya. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed