ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Feb 2019 16:51 WIB

Soal Barang Impor, Pengusaha e-Commerce: Masa Salah Pedagangnya?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Xinhuanet Foto: Xinhuanet
Jakarta - e-Commerce disebut-sebut menjadi gerbang baru untuk masuknya serbuan produk impor ke Indonesia. Para pengusaha e-commerce pun tak terima dengan pandangan tersebut.

Ketua Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Ignasius Untung menegaskan, adanya produk impor di e-commerce bukan salah dari perusahaanya. Menurutnya yang menjadi masalah adalah minimnya produk dalam negeri yang diminati pasar.

"Kalau bicara dikotomi lokal dan impor, sering kali dibebankan perdagangannya. Padahal problem-nya diproduksinya. Contoh kalau Indonesia tidak punya produk lokal, pedagang jual 100% impor. Masa yang salah pedagangnya?" ujarnya di Roemah Kuliner, Jakarta, Selasa (26/2/2019).


Menurut Untung, sebesar apapun upaya dari pemerintah maupun pelaku e-commerce untuk mencegah produk impor akan sulit jika dari sisi produksinya di dalam negeri tidak mampu berkompetisi.

"Seperti sarang burng walet, itu yang bisa masuk ke China produk dari Malaysia. Padahal Malaysia juga dari Indonesia. Itu karena kita tidak bisa melakukan quality control. Malaysia itu ambil yang bagus, yang jelek dibalikin. Jadi itu perlu diperbaiki kita sulit bersaing dengan barang impor," imbuhnya.


Lagi pula, barang impor itu menurut Untung sudah pasti memiliki kualitas yang baik. Sehingga perlu upaya keras untuk mengalahkannya.

"Jadi isunya harus dilebarkan jangan hanya dibebankan ke perdagangannya," tegasnya. (das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com