Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Apr 2019 16:39 WIB

Prabowo Bilang Ekonomi Tumbuh 5% Ndasmu, Golkar: Lihat Fakta yang Ada

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - DPP Partai Golkar meminta kepada capres nomor urut 02 Prabowo Subianto melihat data terlebih dahulu sebelum melontarkan kritikan kepada capaian-capaian pemerintah era Presiden Jokowi.

Hal itu menyusul adanya ungkapan ndasmu saat kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, kemarin (7/4/2019). Dalam pidatonya, Prabowo melontarkan sejumlah kritik. Salah satu kritik yang dilontarkan Prabowo ialah mengenai pertumbuhan ekonomi. Dalam kritiknya, Prabowo mengeluarkan umpatan 'ndasmu' atau yang dalam bahasa Indonesia berarti 'kepalamu' untuk pertumbuhan ekonomi 5%.

Menurut Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan pertumbuhan ekonomi di level 5% merupakan capaian yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"5,2% itukan sudah sangat baik. Setahu saya negara tumbuh dengan positif itu hanya 4 negara dan Indonesia ada yang salah satunya," kata Lodewijk di Kantor DPP Golkar Jakarta Barat, Senin (8/4/2019).
Dia menceritakan, pertumbuhan ekonomi yang berada di level 5% juga diputuskan oleh pemerintah bersama dewan perwakilan rakyat (DPR), yang tentunya mempertimbangkan masukan dari lembaga internasional seperti Bank Dunia dan IMF.

Menurut Lodewijk, ekonomi Indonesia yang tumbuh di level 5% juga akan membawa tanah air sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke-lima pada tahun 2020.

"Tahun 2030 nanti kita tahu ada beberapa lembaga konsultan menyatakan tahun 2030 kita menjadi negara maju. Sekarang ini kita sudah di G20, rangking 15 malah, kalo ada G15 kita sudah masuk G15," ujar dia.
Pada 2030, lembaga internasional seperti mckinsey menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia akan menjadi yang terbesar kelima pada 2030. Bahkan, pada usia 100 tahun ditargetkan akan menjadi empat besar.

"Kita akan masuk negara 4 besar di dunia. Tentunya bicara masuk 4 besar, masuk dalam pertumbuhan ekonomi, termasuk di situ tingkat pengangguran, investasi dan sebagainya. Jadi kita lihatlah data, fakta yang ada, kondisinya seperti itu," kata dia.

"Jadi mari kita optimis lihat perjalanan bangsa ini untuk menyongsong Indonesia lebih maju pada tahun 2030 dan 2045 nanti," sambungnya.



Simak Juga 'Prabowo Bilang Ekonomi Tumbuh 5% Ndasmu, Luhut: Kok Kasar Gitu?':

[Gambas:Video 20detik]


Prabowo Bilang Ekonomi Tumbuh 5% Ndasmu, Golkar: Lihat Fakta yang Ada
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com