Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Apr 2019 16:27 WIB

Cerita Lulusan STM Jual Jamu Temulawak Campur Kedelai

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Masih ada banyak lulusan Sekolah Teknik Mesin (STM) yang menganggur. Tapi, hal itu tak berlaku pada pria bernama Toto asal Wonosobo, Jawa Tengah.

Toto memiliki usaha jamu instan berbentuk serbuk temulawak bernama Dua Akar. Usaha tersebut dirintis dirinya baru pada tahun 2018 ketika dirinya sakit.

Hanya saja, temulawak ia nilai memiliki rasa yang kurang enak karena pahit. Oleh karena itu, ia melakukan inovasi dengan melakukan campuran dengan kedelai.

"Awalnya memang buat saya ini nggak enak badan dan pakai temulawak tapi kan rasa aslinya pahit getir. Dari situ saya berpikir bagaimana kalau temulawak ini bisa dinikmati oleh semua orang baik orang tua, maupun anak-anak makanya saya kasih inovasi dengan kedelai biar gurih," kata dia kepada detikFinance di sela-sela Indonesia Startup Summit 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Toto mengungkapkan pada dasarnya ia telah sering melakukan inovasi sejak tahun 2015. Hanya saja, kali ini inovasi yang digunakan, yakni menggunakan teknologi nano.

Teknologi ini membuat minuman instan ini tak memiliki endapan yang membuat khasiat juga ikut berkurang. Bahkan, penerapan teknologi untuk minuman instan ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.


"Buat partikel nano biar nggak ada endapan. Jadi ini satu-satunya di Indonesia menggunakan teknologi nano supaya nggak ada endapan," terang dia.

Ia yang hanya lulusan STM ini mengaku belajar mengembangkan teknologi nano secara otodidak. Hal itu didasari kecintaannya terhadap mesin.

"Saya cuma lulusan STM. Ini belajar otodidak emang karena saya suka, semua mesin saya tahu suka otak-atik," terangnya.

Adapun, jamu ini dipercaya dapat membantu menurunkan kolestrol, meningkatkan stamina, serta daya tahan tubuh. Untuk satu pack minuman instan dijual Rp 25.000.

Berkat usahanya ini ia mampu menyekolahkan kedua anaknya hingga perguruan tinggi. "Ya alhamdulillah saya nggak pernah hitung berapa dapatnya tapi cukup karena anak saya bisa kuliah dua-duanya," tutup dia.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed