PT Pupuk Kujang mendapat jatah melaksanakan kegiatan di Cirebon, Jawa Barat. Sementara, PT Petrokimia Gresik menyelenggarakan Pekan Pasar Murah di Mojokerto, Jawa Timur, dan PT Pupuk Kaltim di Samarinda, Kalimantan Timur.
Kegiatan Pekan Pangan Murah merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kementerian BUMN Ke-21. Hal tersebut juga sebagai bukti sinergi yang kuat antar perusahaan-perusahaan negara dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tercatat, sebanyak 6.000 paket pangan dijual dengan harga Rp10.000 per paket. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan masyarakat sehari-hari, terlebih dalam periode memasuki Ramadan," ujar Wijaya melalui keterangan resmi, Jumat (12/4).
Kegiatan sosial itu pun mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat. Yani (40) salah seorang pembeli paket pangan murah mengaku sangat terbantu dengan hadirnya BUMN hingga ke daerah-daerah dengan menawarkan bahan-bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
Begitu pula dengan Agus (32) warga desa Sunyaragi, Cirebon. Ia rela mengantre panjang untuk mendapatkan paket pangan murah.
"Alhamdullilah, paket ini bisa mengurangi pengeluaran kebutuhan sehari-hari di rumah," ucapnya.
Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim Meizar Effendi mengatakan sudah menjadi tugas BUMN untuk hadir di tengah masyarakat, baik untuk aktivitas-aktivitas sosial maupun kegiatan pengembangan bisnis.
"Dengan begitu, kami bisa mendukung kegiatan perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tidak hanya di kota saja tapi juga di berbagai wilayah di Tanah Air," tutur Meizar.
Satu hal yang unik dari kegiatan Pekan Pangan Murah, dalam pembelian, masyarakat diwajibkan melakukan transaksi dengan menggunakan aplikasi LinkAja.
Strategi tersebut diterapkan untuk memperkenalkan dompet digital BUMN itu kepada masyarakat. Nantinya, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan memanfaatkan aplikasi tersebut di gerai-gerai atau warung-warung yang bekerja sama dengan perusahaan negara.
Baca juga: Kelapa Sawit dan Diskriminasi Uni Eropa |










































