Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Apr 2019 15:02 WIB

Investigasi Kartel Tiket Pesawat Diperpanjang karena Kurang Data

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memperpanjang masa investigasi dugaan kartel tiket pesawat dan kargo udara. Komisioner KPPU, Guntur S Saragih mengatakan, perpanjangan masa investigasi dilakukan lantaran alat bukti yang ada dianggap masih kurang.

"Yang masuk ke kami untuk yang kargo benar sudah expose di kami, untuk penyelidikan. Namun memang komisi menganggap (data yang masuk) masih belum cukup. Maka untuk perkara kargo dan tiket kita beri perpanjang lagi waktu investigasi," Jelas Guntur di kantornya, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Adapun masa perpanjangan diperkirakan mencapai 30 hari. Dalam rentang waktu perpanjangan itu, KPPU bakal melengkapi berkas dan alat bukti untuk menaikkan status proses penanganan dugaan kartel tiket pesawat ini ke jenjang yang lebih serius.

"Investigator sudah kami minta untuk diberikan waktu 30 hari untuk dilengkapi masuk ke pemberkasan. 30 hari terhitung sejak 22 April kemarin," sambung dia.


Dugaan kartel tiket pesawat sebelumnya menyeruak lantaran makin sedikitnya pemain besar di industri ini sehingga menimbulkan risiko konkalikong antar pemain untuk bersepakat mengatur harga.

Dua maskapai penerbangan RI, Garuda Indonesia dan Lion Air Group dinilai melakukan praktik duopoli dan kartel karena menguasai pasar di Indonesia.


Kala itu Guntur mengatakan, untuk menyebut perusahaan kartel butuh sejumlah penyelidikan dan bukti-bukti sehingga perlu dilakukan investigasi sebelum masuk tahap penyidikan.

"Monopoli atau duopoli itu tidak melanggar, itu struktur pasar," ungkap Anggota Komisioner KPPU, Guntur Saragih di kantornya, Senin (25/3/2019) lalu.

Investigasi Kartel Tiket Pesawat Diperpanjang karena Kurang Data
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed