Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 28 Apr 2019 11:37 WIB

Bulog Bakal Jual Produknya Secara Online

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Perum Bulog terus berbenah dalam menyediakan pangan nasional, tidak hanya beras tapi juga komomoditas kebutuhan pokok lainnya. Di momen HUT yang ke-52, Perum Bulog, selain mengadakan kegiatan pesta rakyat juga sekaligus meluncurkan produk baru yang terdiri dari 5 produk beras unggulan dan 2 produk turunannya.

Adapun beras lokal unggulan tersebut terdiri dari 4 beras khusus, baik beras Mentik Wangi Susu, beras hitam, beras ketan, dan beras merah dengan Merk 'Caping Emas'. Selain itu ada juga beras anak daro atau yang lebih dikenal beras Solok dengan Merk 'Suntiang'. Sedangkan untuk produk turunannya adalah Ikan Bandeng Cabut duri dengan Merk 'IkanKITA' dan Bekatul siap seduh dengan Merk 'BekatulKITA'.


"Hari ini kita melaunching 7 produk baru kita, yang berkaitan dengan pangan. Yang utama adalah beras. Nah, beras itu dengan produksi di luar negeri yang berkualitas dan tentunya nanti kita tidak hanya berpikir untuk dalam negeri, tapi juga untuk luar negeri," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Adapun beras dengan merek Caping Emas ini diproduksi oleh Unit Pengolahan (UP) Purworejo, Magelang yang termasuk dalam wilayah kerja Divre DI Yogyakarta, sementara merek Suntiang, diproduksi oleh Unit Pengolahan (UP) UPGB Bandar Pandung, Solok yang termasuk dalam wilayah kerja Divre Sumatera Barat.

Selain itu, produk turunan dengan merk BekatulKITA diproduksi oleh Unit Bisnis Industri Perum BULOG. Seangkan produk IkanKITA berasal dari Tarakan, Kalimantan Utara karena Ikan bandeng tarakan disukai pasar karena tidak mempunyai bau lumpur.

Pria yang biasa di sapa Buwas ini menekankan, Bulog terus berupaya keras untuk meningkatkan kreativitas untuk menciptakan produk-produk berkualitas yang bisa bersaing hingga ke mancanegara.

"Nanti, Bulog tidak hanya menjual produk-produk ini di toko-toko, kita juga akan ada toko online. Kita punya sendiri dan kita bekerja sama dengan e-commerce, bahkan mungkin dalam waktu dekat Bulog akan membangun gudang modern. Gudang ini ada barang-barang produksi Bulog, juga termasuk barang-barang produksi lain yang mau digabungkan dengan Bulog," ujarnya.

Buwas menambahkan, selain menyediakan produk unggulan di dijual secara online, pihaknya juga akan bersinergi dengan BUMN lain, seperti dalam pembayaran yang saat ini telah hadir LinkAja.

"Nanti kita manfaatkan itu, nanti juga pembayaran dengan uang elekronik. Ini sudah mulai dirintis secara bertahap dan nanti akan mulai meningkat," ujarnya.

Buwas menjelaskan, fokus Bulog yang kini mulai beralih menuju komersial disebabkan dengan adanya penyempitan penugasan dalam pendistribusian produk yang diserap Bulog ke pasaran. Ke depan, Bulog tak hanya jadi andalan untuk penyediaan beras untuk sosial.

"Ke depan Bulog kan tidak lagi menjadi andalan untuk penyediaan beras rastra, bansos ya. Selain jumlahnya semakin kecil, tapi tidak menjadi utama karena memang bukan tunggal. Sekarang diserahkan oleh Menteri Sosial pada pasar bebas," ujar Buwas.


Menurut Buwas, jika ke depan Bulog sudah tidak lagi banyak mendapatkan penugasan negara untuk pendistribusian produk, maka cadangan saat ini yang mengalami surplus akan mengalami kualitas rendah.

"Kalau ini tidak ada hilirnya atau pendistibusiannya, maka ini akan rawan. Rawan mengurangi kualitas menjadi rendah yang akhirnya tidak bjsa digunakan. Nah ini menjadi kerugian Bulog, bukan negara. Karena Bulog itu menggunakan anggarannya pinjam dengan komersial," ujarnya.

"Maka orientasi Bulog, dengan ulang tahun ke-50 ini, kita larinya ke komersil. Oleh sebab itu kita harus melihat peluangnya itu," imbuhnya.

Bulog Bakal Jual Produknya Secara Online
(ega/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed