Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Jun 2019 14:55 WIB

Harga Cabai Merah Tinggi Selama Ramadhan, Apa Sebabnya?

Puti Aini Yasmin, Yudha Maulana - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Harga cabai merah melonjak tajam selama Ramadhan. Bahkan hal ini menyumbang inflasi bulanan di bulan Mei sebesar 0,68%. Apa penyebabnya?

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid melonjaknya harga cabai selama bulan puasa dikarenakan stok yang berkurang. Pasalnya, para petani yang memetik cabai tengah meliburkan diri untuk merayakan Lebaran.

"Kemarin naik karena stok berkurang banyak. Para petani dan buruh petik pada libur Lebaran," kata dia kepada detikFinance, Senin (10/6/2019).


Bahkan, saat ini Hamid melaporkan harga cabai keriting, dan besar merah di tingkat distributor berada di angka Rp 20.000 per kilogram (kg). Angka ini menurun dari sebelumnya sempat mencapai Rp 40.000 per kg.

"Sudah turun sekarang jadi normal lagi di angka Rp 20.000 tingkat distributor. Kemarin sempat Rp 40.000 kan tinggi ya," ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan tingginya harga cabai kala puasa dan Lebaran dikarenakan distribusi yang terhambat. Ia pun berharap harga akan kembali normal karena pasokan telah terpenuhi.

"Produksi memenuhi. Supply ke pasar yang terhambat karena angkutan. Mudah-mudahan dua sampai tiga hari lancar," tutup dia.

Turun Pasca Lebaran

Harga cabai merah bergerak turun pasca lebaran di Pasar Antri, Kota Cimahi, Senin (10/6/2019). Pantauan detikcom, harga cabai merah menyentuh harga Rp 40 ribu perkilogram (kg).

Menjelang lebaran, harga cabai merah mencapai Rp 100 ribu perkg di Kota Cimahi. Namun, harga kembali turun secara signifikan setelah perayaan hari raya.

"Ini situasional, memang pada saat menjelang lebaran stok cabai berkurang dari pasar induknya," kata Aang (43), salah seorang pedagang sayuran kepada detikcom di kiosnya.


Saat harga tinggi, Aang pun terpaksa menjual cabai merah di bawah harga modal untuk menghindari pembusukan. Ia mengaku menjual cabai seharga Rp 50 ribu perkg dari harga modal Rp 70 rb perkg.

"Cabai gendot Rp 60 ribu perkg, harga bawang putih Rp 40 ribu perkg," kata Aang.

Sementara itu di Pasar Atas Baru, harga daging ayam di Pasar Antri masih berkisar di angka Rp 50 ribu perkg dari harga biasa Rp. 35 ribu perkg.

"Harga daging sapi Rp 115.000/kg, untuk daging ayam Rp 40.000/kg. Sudah menurun dibanding harga jelang lebaran," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Atas Hani Subiarti.

Belum semua pedagang kembali berjualan pasca lebaran. "Biasanya setelah liburan berakhir dan masyarakat mulai aktivitas kembali. Setelah itu harga berangsur normal kembali," katanya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com