Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Jun 2019 16:49 WIB

Antisipasi Aksi Massa Sidang MK, 100 TNI Amankan Tanah Abang

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Dalam upaya antisipasi kerusuhan massa yang mengawal sidang perdana sengketa pemilihan presiden (pilpres) di Mahkamah Konstitusi, 100 personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) turun untuk mengamankan kawasan Pasar Tanah Abang.

"TNI siap untuk membantu mengamankan, saat ini kurang lebih 100 orang untuk bantu mengamankan kawasan Tanah Abang, Blok A, Blok B, Blok F, Blok G, dan sebagainya. Nantinya ketika memang ada situasi, situasinya bertahap kita lihat seperti apa, ya bisa ada penambahan," terang Kepala Humas PD Pasar Jaya DKI Jakarta, Amanda Gita Dinanjar ketika dihubungi detikFinance, (14/6/2019).

Gita mengatakan, 100 personil TNI tersebut sudah diturunkan ke Pasar Tanah Abang.

"Bantuan keamanan saat ini sudah ada di Pasar Tanah Abang," tegasnya.


Lalu, Direktur Utama PD Pasar Jaya DKI Jakarta, Arief Nasrudin mengatakan, selain TNI, pihaknya juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan kawasan Pasar Tanah Abang.

"Kita juga koordinasi dengan Kapolres, Kapolsek. Karena koordinasi keamanan kota tetap koordinasi dengan kepolisian di wilayah setempat. Jadi Kodam, Kodim, Kapolres, Kapolsek, semua aparat sebetulnya," terang Arief kepada detikFinance.

Namun, Arief mengatakan bahwa semua personil bantuan yang mengamankan Pasar Tanah Abang tidak terlihat sangat menonjol demi mencegah keresahan masyarakat.

"Sudah turun (bantuan keamanan), tapi memang tidak terlalu menonjol supaya tidak ada sesuatu yang membuat masyarakat jadi parno melihat ada tentara, polisi, jadi memang dibuat landai supaya tidak ada reaksi berlebihan," kata Arief.


Pihaknya pun telah menyiapkan barikade, dan merapikan lapangan. Lalu, setelah ini pihaknya akan menyambangi Pasar Tanah Abang untuk memberikan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat setempat. Namun, ia memastikan tak akan menutup Pasar Tanah Abang di jam operasionalnya.

"Kita ada back up plan seperti dulu kita lakukan. Ada barikade, lapangan juga kita rapikan. Nanti ini saya mau ke sana untuk sosialiasi dan memantau kondisi. Tapi untuk tutup nggak ada sama sekali. Tidak terbersit kita untuk tutup," tandasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com