Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 16 Jun 2019 16:30 WIB

Di Depan Para Saudagar Bugis, Mentan Pamer Kementan Dapat WTP

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran, menghadiri acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar. Pada kesempatan tersebut, Amran memaparkan capaian sektor pertanian selama hampir tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Pertama dalam sejarah, lanjut Amran, Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil meraih opini WTP tiga tahun berturut-turut yakni sejak 2016 hingga 2018 atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2018 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Dua minggu lalu kami terima. Itulah adalah rekor keberhasilan di sektor pertanian. Berkat doa dan kerja keras kita semua. Kita tahu dulu penuh sektor pertanian dengan masalah, disclamer dan Wajar Dengan Pengecualian," ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (16/6/2019).

Ia mengatakan hal tersebut di acara Pertemuan KKSS Bugis Makassar yang digelar di Makassar, Minggu (16/6/2019). Kedua, kata Amran, inflasi bahan pangan pada 2013 memang terburuk di dunia. Namun setelah berjalan tiga tahun, Indonesia mampu menekan inflasi dari 10,57% pada 2014 menjadi 1,26% pada 2017.


Menurut Amran mengenai capaian tersebut, ada banyak negara yang dilampaui Indonesia, yaitu Jepang, Belanda, Kanada, dan Jerman.

"Total ada 12 negara yang kita lampaui, sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui. Jadi kalau ada yang mengatakan harga pangan naik, itu perlu dipertanyakan. Tiga tahun terakhir harga pangan pada posisi stabil, ini didukung data yang valid juga berdasarkan data dari FAO," jelasnya.

Ketiga, PDB sektor pertanian pun naik 3,7% dari Rp 800 triliun menjadi Rp 1.375 triliun atau separuh dari APBN. Kenaikan ini melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3,5%.

"Itu baru kenaikan saja, tapi Indonesia juga meraih peringkat ke-5 dunia PDB sektor pertanian dari 224 negara. Data ini sudah ditandatangani BPS dan BKPM. Ini capaian tertinggi kenaikan PDB sektor pertanian dalam sejarah Republik Indonesia," paparnya.

Terakhir, Kementan berhasil meraih penghargaan anti gratifikasi dan korupsi terbaik dari KPK selama dua tahun berturut-turut. Padahal dulu Kementan dikenal dengan kementerian yang penuh dengan masalah.

"Selama empat tahun terakhir, telah melakukan mutasi-demosi pegawai sebanyak 1.479 pegawai, diberikan sanksi 844 pegawai, dan bahkan ada yang dipecat karena melakukan penyelewengan atau korupsi," ucapnya.


Pada pertemuan tersebut, Amran turut mengajak dan menyemangati masyarakat Sulawesi Selatan agar menggoncang dunia lewat Saudagar Bugis Makassar. Ia yakin optimisme tersebut dapat diwujudkan karena masyarakat Bugis Makassar memegang filsafah hidup yang disebut toddupuli (komitmen) dan yakin.

"Jangan banyak diskusi, mari kita goncang dunia lewat Saudagar Bugis Makassar," tegasnya.
Selain itu, Amran menegaskan berbagai capaian sektor pertanian saat ini modalnya adalah berpijak pada filsafah Bugis, yakni toddopuli dan yakin.

"Jack Ma, konglomerat nomor 10 dunia saat ini, itu sebenarnya filsafah hidupnya sama dengan Bugis. Apa itu? Adalah yakin. Kalau mau sukses harus yakin. Yakin itu ada tiga tingkatannya. Ada ilmu yakin, ainul yakin, dan hakul yakin," ujarnya.

"Inilah yang dipakai nenek moyang Bugis Makassar dulu sehingga bisa sukses di mana-mana. Ada bupati di Lingga, wakil gubernur dan konglomerat di Kalimantan. Itu juga banyak dari Bugis, ada yang kami satu RT di masa kecil," pungkasnya. (idr/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com