Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 01 Jul 2019 13:10 WIB

Profil Abduh Aziz, Dirut BUMN 'Si Unyil' yang Meninggal Dunia

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Dok, PFN Foto: Dok, PFN
Jakarta - Direktur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN) Mohamad Abduh Aziz meninggal dunia. Abduh meninggal karena serangan jantung tadi malam.

Abduh sendiri memang sudah lama berkecimpung di dunia perfilman. Dia aktif memproduksi film, terutama film pendek, feature, dan dokumenter dan menjabat sebagai Ketua Pengurus di Koalisi Seni Indonesia.

Mengutip laman koalisiseni.or.id, pria lulusan Jurusan Sejarah Universitas Indonesia ini juga seorang kritikus film dan kerap menjadi narasumber dalam berbagai lokakarya pengembangan film.

Sejumlah kompetisi film yang diadakan oleh badan perfilman swasta maupun pemerintah telah mempercayai Abduh sebagai anggota Dewan Juri.

Pada 2005-2011, ia menjadi konsultan di Metro TV untuk program Eagle Award Documentary Competition. Ia pernah pula menjabat sebagai Board Director Jakarta Biennale 2011.

Abduh juga merupakan anggota Dewan Kesenian Jakarta (2006-2012) dan anggota Masyarakat Film Indonesia. Pada 2011, ia berperan sebagai Ketua Panitia Festival Film Indonesia (FFI).


Kemudian pada 2016, Abduh diangkat menjadi Direktur Utama Perum PFN. Melalui posisinya di dalam BUMN tersebut, Abduh berupaya melakukan perubahan-perubahan signifikan dalam ekosistem perfilman nasional sebagai bagian dari ekosistem seni dan kebudayaan di Indonesia.

Dalam memimpin PFN, Abduh mencoba mengeluarkan berbagai terobosan untuk perusahaan. Yang terbaru ialah meluncurkan film remaja berjudul Kuambil Lagi Hatiku pada Maret 2019 kemarin.

Film ini merupakan layar lebar teranyar yang dibuat PFN setelah lebih dari dua dekade tak berproduksi. Abduh merupakan Dirut yang bisa membuat BUMN perfilman itu seakan bangkit dari mati suri setelah 26 tahun tertidur.

Abduh pun pernah berharap agar bangkitnya PFN dengan meluncurkan film terbarunya ini dapat menjadi angin segar untuk mendorong perkembangan industri film nasional menjadi lebih maju.

"Pertama tidak hanya publik secara luas, tetapi juga di orang-orang film itu juga jadi kegembiraan tersendiri. Biar bagaimana pun kan PFN ikon dalam perkembangan film nasional," kata Abduh kepada detikFinance April 2019 lalu.

"Dengan wajah baru PFN ini, kita berharap bahwa apa yang kita lakukan kemarin itu menjadi kickoff, berproduksi lagi, kita muncul lagi di masyarakat, dan kita harap ke depan jadi bisa lebih memainkan peran lebih besar," tuturnya.



Simak Video "Eks Dirut BRI Tolak Dirombak Jadi Bos BTN"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com