Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 01 Jul 2019 16:30 WIB

Peran Penting Marunda Sebagai Alternatif Bagi Pengusaha Logistik

Uji Sukma Medianty - detikFinance
Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta - Ekonom Faisal Basri menilai keberadaan Pelabuhan Marunda dapat membantu kepadatan Pelabuhan Priok. Secara bisnis, kehadiran Pelabuhan Marunda juga bisa menciptakan daya saing sehingga menguntungkan bagi pengusaha logistik. Dijelaskan Faisal, Pelabuhan Marunda berperan penting bagi perusahaan logistik yang butuh mengirim barang dalam jumlah besar. Hal ini mengingat Marunda merupakan pelabuhan curah.

"Kapasitas pelabuhan itu jadi meningkat, karena pelabuhan curah. Yang bukan lagi bisnis inti dari bisnisnya Pelindo II. Konsumen juga senang ada pilihan jadi bersaing di harga dan pelayanan," terangnya beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, adanya Pelabuhan Marunda dapat melengkapi peran Pelabuhan Priok yang tidak bisa mengakomodir barang curah secara optimal. Selain itu, kepadatan Priok juga bisa terurai sehingga bisa memberikan efisiensi bagi para pengusaha logistik.

"Fokusnya Priok adalah untuk pelabuhan internasional di kontainer sementara kebutuhan pelabuhan curah masih tinggi. Seperti sembako, batu bara, hingga semen," terangnya.


Jika dikembangkan lebih besar lagi, pelabuhan yang berada di Cilincing, Jakarta Utara ini dapat menjadi pendukung pelabuhan utama Priok. Faisal pun menyayangkan jika saat ini pengembangan Pelabuhan Marunda menjadi terhambat karena persoalan hukum. Menurutnya, pemerintah harus segera turun tangan dalam menyikapi kelanjutan pembangunan dermaga di Pelabuhan Marunda.

"Peran Pelabuhan Marunda sangat membantu kebutuhan yang tidak bisa diakomodir oleh Pelabuhan Priok. Mungkin kelihatannya kecil tetapi multiplier effect untuk investasi bisa besar," jelasnya.

Saat ini, PT Karya Citra Nusantara (KCN), badan usaha pelabuhan yang mengoperasikan Pelabuhan Marunda baru mengoperasikan 800 meter pier 1 untuk bongkar muat kapal muatan curah.

KCN adalah anak perusahaan antara PT Karya Tekhnik Utama (KTU) dan BUMN pengembangan kawasan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini berdiri pada 2005. KCN dibentuk setelah KTU memenangkan tender kerja sama sebagai mitra bisnis di tahun 2004, pembangunan pelabuhan di garis pantai dari Muara Cakung Drain sampai dengan Sungai Blencong, dengan pembagian saham 15% KBN (goodwill) yang tidak terdelusi dan 85% dimiliki KTU.


Total pier 1 seharusnya adalah sepanjang 1.950 meter. Jika tak bisa segera diselesaikan, bukan tidak mungkin hal ini bisa jadi preseden buruk bagi iklim investasi swasta di Indonesia.

Simak Video "Mantap! Rupiah 'Merangkak' Menguat Rp 13.990/Dolar AS"
[Gambas:Video 20detik]
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com