Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Jul 2019 22:02 WIB

Utang ke Pemerintah Ratusan Miliar, Lapindo Baru Bayar Rp 5 M

Hendra Kusuma - detikFinance
Lumpur Lapindo/Foto: Budi Sugiharto Lumpur Lapindo/Foto: Budi Sugiharto
Jakarta - Kementerian Keuangan mengungkapkan hingga saat ini pihak Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya baru membayar utang kepada pemerintah sebesar Rp 5 miliar dari total utang. Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rahmatarwata mengatakan total utang pokok Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya atas dana talangan pemerintah sebesar Rp 731 miliar.

"Utangnya dari pokoknya itu sekitar Rp 731 miliar, yang direalisasikan untuk membayar sejauh ini pembayaran yang sudah dilakukan pada Desember 2018 sebesar Rp 5 miliar," kata Isa di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (2/7/2019).


Isa menegaskan, keinginan pihak Lapindo dan Minarak yang membayar utang pemerintah dengan piutang tidak bisa dilakukan. Sebab, hal tersebut bukan piutang Lapindo ke pemerintah, namun masuk dalam kategori unrecovered cost atas biaya investasi yang belum dikembalikan sesuai mekanisme kontrak bagi hasil (PSC) dari Wilayah Kerja (WK) Brantas.

"Mengenai usulan set off, isu ini sebenarnya sudah direspon oleh SKK Migas yang intinya mengatakan bahwa cost recovery hanya dapat diperhitungkan dari pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut dari production sharing contract (PSC)," ujar dia.

Dengan demikian, Isa megungkapkan bahwa pihaknya akan terus menagih Lapindo dan Minarak untuk segera menuntaskan utang dana talangan korban lumpur lapindo. Apalagi, batas waktu pengembalian tanggal 12 Juli 2019.


Menurut Isa, hingga saat ini sudah pihak Lapindo dan Minarak telah menyerahkan sertifikat tanah seluas 40-45 hektar di wilayah tanggul kepada PPLS Kementerian PUPR.

Selain itu, pihak Lapindo dan Minarak juga tengah memproses sertifikasi lahan warga yang sudah dibeli dengan luas sekitar 40-45 hektar.

"Kementerian Keuangan sampai saat ini tetap meminta Lapindo Brantas dan Minarak Lapindo Jaya untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya mengembalikan dana pinjaman tersebut sesuai dalam perjanjian antara pemerintah dan Lapindo tahun 2015.

Simak Video "Sensasi Pedas Ceker Lapindo"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com