Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 07 Jul 2019 16:31 WIB

Liputan Khusus Penjaga Tol Diganti Robot

Robot Tak Hanya Gantikan Penjaga Gerbang Tol, Pemerintah Harus Apa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah diharapkan dapat bergerak cepat menyiapkan sejumlah lapangan kerja bagi mereka yang tergerus perkembangan zaman. Apa lagi saat ini marak penerapan robotisasi atau pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin.

Salah satu pekerjaan manusia yang sudah digantikan oleh mesin terdapat pada gerbang tol. Dulunya setiap gerbang tol memiliki petugas, kini tidak lagi karena transaksinya sudah non tunai atau elektrik sejak Oktober 2017.

"Ya harusnya mereka (pemerintah) lebih kreatif menciptakan lapangan pekerjaan baru, apalagi kan mau tidak mau menyongsong industri 4.0," kata Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio kepada detikFinance, Jakarta , Kamis (27/6/2019).


Agus mengatakan, pemerintah harus mendorong sekolah vokasi demi menyelamatkan sumber daya manusia (SDM) yang terdampak dari fenomena otomatisasi ini.

Sekolah vokasi, kata Agus, bisa menyediakan lapangan kerja baru di bidang kreatif. Teknologi dimanfaatkan sebagai infrastruktur mencari pundi-pundi. Dia mencontohkan seperti halnya Youtuber.

"Dengan vokasi banyak tumbuh pekerjaan baru, jadi bukan menyediakan tapi menciptakan lapangan kerja baru, kan banyak pekerjaan kreatif," tegas Agus.

Sementara itu, Peneliti dari INDEF Bhima Yudhistira menyebutkan yang harus segera dilakukan pemerintah adalah reskilling dan retraining.


Pasalnya, fenomena otomatisasi ini tidak melulu sebagai kabar buruk, melainkan memiliki kesempatan untuk pekerjaan baru.

"Karena setiap masuknya robotisasi dan otomatisasi kita akan bertanya yang memperbaiki robotnya siapa, kemudian yang pabrik memproduksi robotnya siapa, programer robot di belakang itu siapa, nah itu membutuhkan skill baru dan tenaga kerja yang baru dan ini yang harus disiapkan," kata Bhima.

Melalui pendidikan dan pelatihan ulang, lanjut Bhima, menjadi ajang pemerintah menyiapkan SDM yang berkualitas. Hal itu juga sudah dilakukan oleh Jerman dan Amerika Serikat (AS).

Dia mencontohkan, dari yang tadinya hanya bisa menjahit maka ke depannya harus bisa membuat pola pakaian dan bisa memasarkan suatu produk. "Bahwa tenaga kerja yang sudah ada untuk meningkatkan skill-nya dan mampu berkolaborasi dengan mesin harus mempelajari teknik baru," ujar dia.

Meski demikian, kata Bhima, pemerintah juga harus membantu para perusahaan yang mengalami otomatisasi dengan insentif. Sehingga modal ekspansi mengembangkan SDM bisa dilakukan.

"Ini yang bisa mencegah PHK secara masal karena adanya robotisasi," ucapnya.

Simak Video "Mindar, Robot Pendeta Buddha dari Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com