Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Jul 2019 14:17 WIB

Ngobrol Berdua dengan Jokowi soal Garam, Luhut: Impor Bikin Kacau!

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Uji Medianti Sukma Foto: Uji Medianti Sukma
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku Indonesia tidak lagi mengimpor garam pada tahun 2021. Hal itu juga sudah disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi.

Usai menghadiri acara pembukaan Rakornas BMKG di Istana Negara, Jakarta Pusat. Setelah acara, Luhut berbicara empat mata dengan Jokowi mengenai penghentian impor garam.

"Tadi saya saran ke Presiden soal harga garam supaya itu jangan lagi impor-impor kita. Karena saya pikir itu membuat harga garam jadi turun. Apalagi impor pada waktu panen," kata Luhut di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Alasan Luhut usul ke Jokowi menghentikan impor garam juga karena terdapat lahan produksi baru sekitar 5.270 hektar di Kupang. Nantinya sampai 2021 akan ada tambahan produksi sekitar 800.000 ton.

Oleh karena itu, Luhut meminta impor garam dihentikan. Apalagi, impor garam biasanya merusak struktur harga jual di tanah air.

"Jadi sebenarnya kita nggak usah lagi impor-impor. Jadi sekarang ini saya sarankan Presiden eloknya nggak usah ada impor-impot lagi lah. Itu bikin kacau," tegas dia.


Menurut Luhut, saat ini penghentian impor garam sudah mulai dijalankan secara bertahap. Persoalan pasokan garam untuk industri hingga kesehatan pun diklaim Luhut sudah tercukupi nantinya dari produksi di Kupang.

"Oh iya dong, 98 persen. Bisa dari sana (Kupang)," kata Luhut.

Tidak hanya itu, Luhut juga mengungkapkan bahwa pemberhentian impor garam dilakukan demi memperbaiki neraca transaksi berjalan dan neraca dagang yang masih defisit.

"Ya kalau sudah ada ngapain kita impor. Sekarang yang bikin kita current account deficit kita itu kan terlalu banyak impor," ungkap Luhut.

Menurut Luhut, pada tahun 2023-2024 defisit transaksi berjalan atau CAD mengalami perbaikan. Mengingat kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sudah melaksanakan impor.

"Dari situ kita lihat current account deficit kita mestinya sangat bagus sudah. Karena tahun 2023-2024 kita sudah ekspor 35 miliar dolar dari sana," katanya.




Ngobrol Berdua dengan Jokowi soal Garam, Luhut: Impor Bikin Kacau!


Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com