Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 24 Jul 2019 22:45 WIB

Negara Ditaksir Rugi Rp 30 Miliar Gara-gara Meterai Palsu

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Polisi Tangkap Komplotan Pemalsu Materai (Samsuduha Wildansyah-detikcom) Foto: Polisi Tangkap Komplotan Pemalsu Materai (Samsuduha Wildansyah-detikcom)
Jakarta - PT Pos Indonesia memperkirakan kerugian negara mencapai Rp 30 miliar gara-gara meterai palsu. Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Ihwan Sutardiyanta menyampaikan sejak Oktober 2018 lalu Kepolisian mengusut kasus meterai palsu ini.

"Sudah disidik dari teman-teman kepolisian hampir Rp 30 miliar. Sekarang sudah naik ke penyelidikan. Prosesnya kemarin itu bulan Oktober 2018, sejauh ini sudah ada kerugian segitu," kata Ihwan di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Ihwan menjelaskan meterai palsu ini diketahui kemunculannya saat pihak Pos Indonesia melakukan pemantauan bersama Dirjen Pajak. Biasanya, meterai palsu memiliki ciri-ciri dijual di bawah harga, misalnya meterai Rp 6 ribu, dijual dengan harga di bawah Rp 6 ribu.


"Kita kerja sama dengan Dirjen Pajak melakukan pemantauan. Kebanyakan itu meterai palsu yang dijual di bawah harga meterainya, dari Dirjen Pajak langsung dilaporkan ke Kepolisian," kata Ihwan.

Penjualan meterai menyumbang sekitar 6,8% atau Rp 400 miliar ke pendapatan PT Pos Indonesia.

"Lumayan tahun ini dari meterai Rp 400 miliar. 6,8% dari total pendapatan. Cukup penting," kata Ihwan.

Ihwan menambahkan, masyarakat diharapkan membeli meterai asli langsung dari gerai-gerai PT Pos Indonesia. ""Kami minta masyarakat membeli meterai di tempat yang terjamin keaslian dan ketersediaannya, salah satunya lewat Pos Indonesia," kata Ihwan.



Simak Video "Awas! Beredar Materai Palsu, Begini Membedakannya"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com