Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 29 Jul 2019 16:34 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Kian Pedas, Kini Tembus Rp 90.000/Kg

Muhajir Arifin - detikFinance
Foto: Muhajir Arifin/detikcom Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan - Harga cabai rawit merah di pasar-pasar tradisional Pasuruan, Jawa Timur terus mengalami kenaikan. Hari ini harga komoditas utama bumbu dapur ini tembus di angka Rp 90.000/kilogram (kg).

Berdasarkan pantauan di enam pasar baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Pasuruan, pada Senin (29/7/2019), harga cabai rawit terendah Rp 75.700/kg dan paling tinggi mencapai Rp 90.000/kg.

Di Pasar Bangil, harga cabai rawit merah Rp 80.000/kg, tak berubah dari hari sebelumnya. Di Pasar Pandaan, harganya Rp 75.700/kg, naik Rp 2000/kg dari hari sebelumnya. Sementara di Pasar Sukorejo, harga bahan utama sambal ini dijual Rp 76.000/kg, sementara pada hari sebelumnya berada di angka Rp 75.000/kg.


Di Kota Pasuruan, harga cabai rawit merah relatif lebih tinggi dan dari wilayah kabupaten. Di Pasar Besar, misalnya, harganya Rp 80.000/kg. Di Pasar Kebonagung, harganya mencapai Rp 86.000/kg, naik Rp 8.000/kg dari hari sebelumnya. Sementara di Pasar Gadingrejo, harga 'si pedas' ini tembus Rp 90.000/kg.

"Harga cabai terus naik. Di Pasar Gadingrejo yang biasannya lebih murah dari Pasar Besar hari ini Rp 90.000/kg," kata Restu Ervalia, warga Gadingrejo yang setiap hari membeli cabai rawit karena memiliki warung makan.

Pedagang di Pasar Gadingrejo, Ida, mengungkapkan dirinya tak punya pilihan selain menjual harga cabai dengan harga tinggi. "Ya memang harganya mahal. Ini masih untung ada barang," ungkapnya.


Kenaikan harga cabai rawit merah ini diakui pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat. Melesatnya harga cabai rawit merah disebut sebagai efek domino dari harga yang sempat jatuh di awal tahun, banyak petani cabai yang berganti jenis tanaman, dan yang paling utama disebabkan gagalnya panen cabai di berbagai tempat, sehingga barang menjadi langka.

"Pada bulan Januari-Mei 2019, harga cabai anjlok di titik Rp 4.000-10.000/kilogram. Kondisi ini menyebabkan petani tak mau memanen cabai karena dipastikan akan semakin merugi. Dengan harga itu, mereka tak sanggup bayar karyawan dan transportasi. Jadi lebih baik dibiarkan. Stok cabai mulai berkurang," terang Rifai.

Kondisi berlanjut dengan berkurangnya tanaman cabai. Setelah ditanami cabai lahan harus diselingi dengan tanaman lain, seperti jagung atau lainnya, agar bisa kembali ditanami pohon cabai. Kondisi ini membuat produksi cabai berkurang.

"Puncaknya karena gagal panen. Tanaman cabai banyak yang rusak karena musim kering," pungkasnya.



Harga Cabai Rawit Merah Kian Pedas, Kini Tembus Rp 90.000/Kg


Simak Video "Harga Cabai di Kendari Meroket, Tapi Tetap Dicari"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com