Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Agu 2019 13:42 WIB

Dilema Pemda Kejar Duit dari Komoditas Vs Jaga Kelestarian Hutan

Hendra Kusuma - detikFinance
Penambang di sekitar kawasan hutan/Foto: Robby Bernardi/detikcom Penambang di sekitar kawasan hutan/Foto: Robby Bernardi/detikcom
Jakarta - Menjaga kelestarian alam bisa menjadi dilema bagi pemerintah daerah (Pemda), terutama penghasil komoditas tambang maupun kelapa sawit. Pasalnya di satu sisi mereka harus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari komoditas, yang kerap bersinggungan dengan kawasan hutan, sementara di sisi lain harus menjaga kelestarian hutan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan Indonesia pernah berjaya saat harga komoditas tambang melonjak. Pemda memanfaatkan booming komoditas tambang sebagai pusat penerimaannya.

"Pada era di mana harga komoditas meningkat sesudah global financial crisis sampai dengan tahun 2014, 2010 hingga 2014. Komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit meningkat harganya di tingkat global seiring dengan permintaan yang sangat tinggi. Maka dilema untuk menjaga reservasi hutan menjadi sangat riil," kata Sri Mulyani di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (1/8/2019).


Di saat harga komoditas tinggi, lanjut Sri Mulyani, banyak kepala daerah yang melihatnya sebagai potensi penerimaan, sehingga muncul dilema dalam menjaga kelestarian hutan.

"Kepala daerah melihat secara nyata potensi mendapatkan uang secara langsung dan pada saat itu juga, dibandingkan dengan mereka harus menjaga hutannya," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Untuk saat ini, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku seluruh pejabat negara baik di pusat maupun daerah berkomitmen menjaga kelestarian hutan. Pasalnya, deforestasi atau hutan yang gundul telah memberikan dampak buruk, salah satunya adalah kebakaran hutan hingga musim kemarau yang berkepanjangan.



Dilema Pemda Kejar Duit dari Komoditas Vs Jaga Kelestarian Hutan
(hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com