Sri Mulyani Ingin Bayar Pajak Semudah Beli Pulsa

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 09 Agu 2019 10:46 WIB
Foto: Dok. Kadin
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sangat berkeinginan untuk merealisasikan pembayaran pajak semudah membeli pulsa. Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara panel di acara Seminar Nasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Keinginan Sri Mulyani itu dikarenakan perkembangan teknologi dewasa ini sangat pesat. Satu lagi, upaya kemudahan atau efisiensi juga demi meningkatkan produktivitas Indonesia.

"Kementerian Keuangan melakukan, saya sudah membayar pajak lebih mudah dari pada bayar pulsa," kata Sri Mulyani di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Kemudahan masyarakat membeli atau membayar pulsa juga karena beberapa perusahaan digital seperti Tokopedia, Buka Lapak, hingga m-Banking memfasilitasi. Kemudahan itu juga yang ingin terjadi pada setiap pembayaran pajak.



Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, rasio produktivitas Indonesia atau ICOR (implemental capital to output ratio) masih di level 6%. Level tersebut, kata Sri Mulyani artinya biaya produksi masih mahal.

"Kalau ICOR di atas 6% itu biayanya tinggi," jelas dia.

Untuk mengatasi hal itu, Sri Mulyani mengaku terus memperbaiki kualitas anggaran belanja negara. Di mana pemerintah ingin substansi di setiap anggaran lebih besar dibandingkan biaya penunjangnya.

Sri Mulyani menyadari, bahwa pemanfaatan anggaran belanja masih belum efisien. Sebab, lebih banyak biaya penunjangnya dibandingkan substansinya.

"Artinya di Indonesia ini butuh desain sistem yang substansi bagian paling besar dibandingkan penunjang. Jangan terbalik. Ini jadi tantangan besar kita bagaimana kita bisa desain sesuatu yang efisien. Birokrat dan birokrasi penting sekali," ungkap dia.



Simak Video "Trump Kesal Netflix Kena Pajak di RI, Ini Kata Sri Mulyani"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)