ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Agu 2019 19:07 WIB

RI Belajar Teknologi ke China, Luhut: Asal Tak Dijajah, Biarin Saja

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Budi Warsito Foto: Budi Warsito
Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan China menjadi salah satu negara yang paling maju soal teknologi saat ini. Hal ini membuat Indonesia juga banyak mengadaptasi teknologi yang dibawa dari China ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato di acara Indonesianisme Summit 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Awalnya Luhut menyampaikan kabar bahwa Kemenko Maritim telah mengirimkan 20 orang perwakilannya untuk belajar metodologi mengenai teknologi yang digunakan di China dan belum ada di Indonesia.

"Kita lihat memang China sangat maju. Ada 20 anak-anak muda kita belajar metodologi ke China untuk pelajari yang kita belum punya," kata Luhut.

Luhut bilang, untuk belajar tak ada kenal kata batasan ke negara manapun termasuk China. Dia pun meminta agar masyarakat tak berpikir sempit mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan China.


"Sepanjang mereka (China) tidak menjajah kita, biarin saja. Ilmu itu ke mana saja kita cari. Jadi kita jangan juga sempit berpikir bahwa ini China. Ya kalau kita bodoh ya kita ditipu oleh dia. Tapi kalau tahu apa yang boleh dan tidak dilakukan, ya tidaklah. Amerika pun sama," kata Luhut.

Luhut mengaku kagum dengan perkembangan teknologi di negara China. Hal itu dirasakannya saat mengunjungi kawasan industri di China beberapa waktu lalu, di mana segala sesuatu dilakukan dengan efisien melalui automasi.

"Kami ke china, 9 industri kami kunjungi. Hampir nggak lihat manusia. Semua robotik, otomatis. Dan semua punya research center. Mereka sangat disiplin, fokus dan sangat cepat. Ini yang akan kita tantang," kata Luhut.

"Kalau kita masih asik berkelahi, tidak melihat suatu loncatan teknologi tadi, kita tidak bisa bersosialisasi dan menyerap itu, kita akan ketinggalan," tambahnya.



Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com