Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Sep 2019 11:50 WIB

Bahan Pangan Deflasi, Harga Bawang Merah Turun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi pada sektor bahan makanan. Bahan makanan tercatat mengalami deflasi 0,19% dan memberikan andil ke inflasi Agustus 0,06%.

"Komoditas apa yang sumbangan deflasi pertama penurunan harga bawang merah karena sedang musim panen raya di berbagai sentra produksi bawang merah di Bima, Pati, Nganjuk, dan Brebes. Andil bawang merah ke deflasi 0,08%" kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019)..

Penurunan harga bawang merah ini terjadi di 79 kota. Kemudian andil yang kedua ialah tomat sayur 0,06% terhadap deflasi. Lalu bawang putih andil deflasi 0,02%.


"Daging ayam ras dan sayur buah buahan masing masing 0,01% itu yang sebabkan bahan makanan deflasi. Perlu diwaspadai harga yang naik seperti cabai merah kasih andil ke inflasi 0,1% jadi penurunan supply cabai merah di beberapa produksi karena kemarau yang panjang sebabkan kenaikan harga di 62 kota di Mamuju kenaikan 54% di kupang 14%" jelasnya.

Sementara khusus untuk cabai rawit mengalami peningkatan dengan andil inflasi sebesar 0,07%. Pergerakan harga cabai lebih tinggi di 73 kota, misalnya Makassar serta di Parepare.

"Kemudian kenaikan harga ikan segar dan kentang 0,01%. Jadi bahan makanan meski deflasi ada komoditas penurunan tapi ada juga komoditas yang naik yang paling mencolok adalah cabai merah," jelasnya.



Simak Video "Imbas Hiperinflasi, Warga Venezuela Beli BBM Pakai Rokok"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com