Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Sep 2019 22:05 WIB

Mendag Cari Non-PNS Kawal Pusat Promosi RI di Luar Negeri

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/Foto: Puti Aini Yasmin/detikcom Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/Foto: Puti Aini Yasmin/detikcom
Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong ekspor. Selain membuka akses pasar lewat perjanjian bisnis dengan sejumlah negara, Enggartiasto berencana menarik orang dari luar Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengisi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) atau Pusat Promosi Perdagangan Indonesia di negara sahabat.

Enggartiasto menjelaskan untuk ITPC akan menggaet tenaga profesional dari luar Kemendag. Saat ini, pihaknya telah mengusulkan formasi tersebut ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB)

"Demikian juga ITPC, ITPC Presiden menegaskan kembali kita akan kombinasi staf Kemendag dengan tenaga profesional marketing yang kami persiapkan, sudah kita sampaikan Kementerian PANRB mengenai formasi. Jadi sifatnya aktivitas promosi bisa dilakukan dari profesional yang ada bahkan merumuskan agar mereka juga memfasilitasi transaksi yang ada, tidak boleh terima uang," kata pria yang akrab disapa Enggar itu, di Kantor Bank Indonesia (BI) Jakarta, Rabu (4/9/2019).


Selain itu, menurut Enggar, hingga akhir tahun pemerintah akan menyelesaikan 3 lagi perjanjian perdagangan. Jadi, total dari tiga tahun lalu menjadi 17 perjanjian perdagangan. Enggar sendiri belum sempat merinci negara-negara tersebut.

"Akses pasar kita buka dengan berbagai perjanjian perdagangan yang kita lakukan. Sampai hari ini 14 sudah, dalam kurun waktu 3 tahun, sampai akhir tahun Insyallah 3 lagi jadi total 17 perjanjian perdagangan dan review perjanjian perdagangan yang ada," ujarnya di Kantor Bank Indonesia (BI) Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Adanya perjanjian dagang ini akan menghilangkan penghalang tarif. Dia mencontohkan, ekspor saat ini mesti melewati Singapura.

"Tanpa itu maka tidak mungkin, tadi dijelaskan ekspor satu negara dikenakan tarif 5% harus melalui Singapura. Ya Singapura ada FTA (Free Trade Agreement)-nya, sedangkan kita belum ada FTA jadi tetap melalui negara ketiga ini akan dimudahkan dengan perjanjian perdagangan yang ada," jelasnya.



Simak Video "Mendag Sampaikan Doa dari 16 Negara Untuk Wiranto"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com