Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 15 Sep 2019 15:33 WIB

Menhub Tak Larang Pesawat Terbang di Wilayah Berasap

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui adanya gangguan penerbangan imbas asap kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Sumatera. Menurutnya, ada beberapa penerbangan yang mesti delay bahkan di-cancel.

Lantas, apakah pihak Kemenhub memberikan rekomendasi pelarangan terbang?


Budi sendiri menyatakan pihaknya hingga kini tidak mengeluarkan rekomendasi pelarangan terbang ataupun mendarat di wilayah imbas asap kebakaran. Dia menyatakan pihaknya bersama AirNav dan operator bandara hanya memberikan informasi mengenai situasi udara kepada maskapai.

"Nggak sampai pelarangan terbang sih kita, apa yang kita lakukan adalah berikan informasi dari waktu ke waktu buat maskapai. Nggak secara umum kami larang penerbangan," kata Budi di JCC Senayan, Minggu (15/9/2019).

Bahkan di Sampit yang dilaporkan Budi sebelumnya pernah mengalami pembatalan terbang pun, penerbangan masih dilakukan saat situasi udara aman.

"Even Sampit masih ada penerbangan," ungkap Budi.


Kepada para maskapai pun Budi meminta agar bisa lebih sering koordinasi dengan AirNav saat ini. Pasalnya, soal lalu lintas udara yang tahu kondisinya pihak AirNav.

"Yang penting monitoring, silakan para maskapai koordinasi sama AirNav, di sana bagaimana regulasinya," kata Budi.

Saat ditanya soal kerugian akibat keterlambatan dan pembatalan penerbangan, Budi menyatakan hal itu masih dievaluasi. Pihaknya masih menghimpun data soal kerugian, yang pasti dia berkata akan melaporkannya.

"Masih kita evaluasi. Nanti dilaporkan," kata Budi.

Simak Video "Kabut Asap Sebabkan Penerbangan ke Natuna Terganggu"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com