Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Sep 2019 20:30 WIB

Bisnis Bunga Anggrek Menjanjikan dan Berpeluang Ekspor

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Foto: Abdy Febriady/detikcom Foto: Abdy Febriady/detikcom
Jakarta - Indonesia kaya akan keanekaragaman tumbuh-tumbuhan, salah satunya anggrek. Seperlima dari total plasma nutfah anggrek dunia berada di Indonesia, termasuk beberapa jenis anggrek lokal yang tergolong langka seperti anggrek hitam Kalimantan dan anggrek Papua.

Menurut Manajer PT Merlimba Sentra Agrotama, Hadi Hidayat, jenis tanaman hias ini memiliki pangsa pasar yang menjanjikan. Anggrek banyak diminati karena kecantikan dan bentuknya yang indah.

"Bunga anggrek ini memiliki daya tarik yang sangat tinggi dan tidak pernah menyebabkan orang bosan melihatnya. Bunga ini mempunyai keanekaragaman bentuk, ukuran, warna dan corak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/9/2019).


Menurut Hadi, salah satu anggrek yang bunganya dipakai sebagai bunga potong untuk induk silangan yakni Denbrodium. Bunga tersebut tahan segar dalam waktu cukup lama walaupun sudah terpisah dari tanamannya.

"Penampilannya pun menarik sebagai hiasan. Anggrek ini biasanya digunakan untuk berbagai macam acara seperti upacara keagamaan, pesta, seremoni, dekorasi rumah sekaligus sebagai bunga ucapan," terangnya.

Hadi menilai untuk satu polybag anggrek dapat dijual antara Rp 100-180 ribu, tergantung jumlah bunga dan ukurannya. Dendrobium berwarna merah dan putih berada di posisi ada sebagai anggrek favorit.

"Pada intinya, bisnis bunga saat ini makin berkembang di Indonesia, permintaan pasar lokal juga tinggi dan membawa banyak keuntungan," ujar Hadi.

Sementara itu, Seorang pelaku usaha anggrek tipe Dendrobium, Dedek Setia Santoso menyebutkan bisnis usaha anggrek sangat menjanjikan karena peluang ekspor masih terbuka luas. Peminat dan penikmatnya juga selalu bertambah.

"Dengan begitu luasnya peluang untuk ekspor anggrek tentunya harus didukung oleh regulasi yang mendukung untuk usaha tersebut," jelas Dedek.


Sebagai informasi, dari data yang diperoleh pada 2018, tidak kurang dari 160 ribu batang dan pada tahun 2019 per Agustus tidak kurang dari 70 ribu batang Surat Izin Pengeluaran (SIP) benih anggrek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura. Beberapa negara tujuan ekspor antara lain Jepang, China, Taiwan dan Thailand.

Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang banyak diminati oleh para kolektor sebagai anggrek alam hutan Indonesia. Tidak kalah pentingnya, anggrek Indonesia sudah banyak didaftarkan oleh pelaku usaha di Royal Horticultural Society, yakni organisasi international khususnya untuk bunga.

Lembaga penelitian dan nursery dalam negeri telah mampu mengembangkan varietas baru berdaya saing kuat dengan varietas impor. Sementara, Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) hingga kini sudah mendaftarkan 25 varietas anggrek potensial.

Diperkirakan saat ini ada 5.000 spesies anggrek yang tersebar di hutan-hutan seluruh Indonesia dari Sumatera hingga Papua.

Simak Video "Cerita Duo Anggrek Hampir Ditiduri Pejabat Usai Manggung"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com