Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Sep 2019 14:15 WIB

Kenapa Ojol Kian Menjamur? Pengamat: Transportasi Umum di RI Buruk

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Herdi Alif Al Hikam Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta - Belakangan ini muncul pemain baru di industri ojek online (ojol). Mereka menambah daftar penyedia jasa layanan transportasi online selain Gojek dan Grab. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan sistem transportasi di Indonesia belum bagus.

"Karena di Indonesia itu angkutan umumnya buruk ya sehingga orang sementara masih murah naik ojek online. Dianggap murah ya, itu dia," kata Pengamat Transportasi dari Unika Semarang Djoko Setijowarno saat dihubungi detikcom, Kamis (19/9/2019).

Hal serupa diungkapkan oleh Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio. Dia menilai jika kondisi transportasi umum di Indonesia sudah baik, ojol tidak akan marak.


"Iya, transportasi yang baik itu adalah terkoneksi. Transportasi kita belum (terkoneksi), terkoneksinya parsial. Kalau (permasalahan) itu selesai, nggak ada lagi ojol-ojol itu," jelasnya.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, luasnya pasar di Indonesia menjadi salah satu peluang yang menguntungkan sehingga ojol bermunculan.

"Pasar di Indonesia sebenarnya masih luas. Dengan 140 juta pengguna internet aktif dan populasi di usia produktif pasar ojol masih bisa berkembang," tambahnya.



Kenapa Ojol Kian Menjamur? Pengamat: Transportasi Umum di RI Buruk


Simak Video "Dear Pengguna Ojol, Ini Tarif Baru yang Berlaku Mulai September"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com