Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 02 Okt 2019 19:24 WIB

Buruh Minta Upah Naik, Pengusaha: Banyak Industri Akan Kolaps

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai upah buruh saat ini masih rendah. Mereka minta dilakukan penyesuaian. Namun pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta kenaikan upah buruh dipertimbangkan dengan baik.

Direktur Eksekutif Apindo Danang Girindrawardana mengatakan, jika kenaikan upah dilakukan secara progresif dan dilakukan dalam skala nasional bakal membuat banyak industri kolaps.

"Kalau rata-rata berlaku nasional semua naik juga banyak industri yang akan kolaps lho. Banyak mereka yang tidak mampu lagi yang akhirnya kemudian ya sudah tutup saja. Itu kan juga merugikan buruh itu sendiri dan merugikan iklim investasi di nasional kan," kata dia di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu (2/10/2019).


Yang juga jadi perhatian adalah kenaikan upah buruh ini tidak serta-merta meningkatkan produktivitas pekerja.

"Upahnya naik, produktivitas naik nggak? nggak otomatis kan. Nah ini yang harus diperbaiki situasi itu. Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih di level rendah di Asean, sementara upahnya sudah hampir di level tinggi di seluruh Asean. Jadi kontradiktif," jelas dia.


Namun bukan berarti pengusaha keberatan menaikkan upah buruh di tahun depan. Tapi harus diperhitungkan secara selektif agar tak mengganggu industri.

"Kenaikan upah buruh masih negotiable, masih bisa diimplementasikan. Hanya saat ini kan mesti dibahas secara serius, buruh yang seperti apa atau yang kategori bagaimana yang sangat perlu untuk dinaikkan upahnya secara progresif. Di golongan-golongan yang mana, area mana, yang ini harus kita bahas. Jadi tidak boleh juga dipukul rata," tambahnya.

Simak Video "Pemerintah Siapkan Kawasan Industri Tekstil di Jawa Tengah"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com