Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Okt 2019 19:29 WIB

Alamak! Harga Gorengan Bisa Naik Rp 1.000 Gegara Minyak Curah Diharamkan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Vadhia Lidyana Foto: Vadhia Lidyana
Jakarta - Pemerintah akan melarang penjualan minyak goreng curah mulai tahun 2020. Nantinya, semua minyak goreng yang dijual kepada masyarakat harus dalam kemasan.

Sebelumnya, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58 Tahun 2018 disebutkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah sebesar Rp 10.500 per liter. Setelah kebijakan pelarangan berlaku, maka HET untuk minyak curah pun tak berlaku. Adapun harganya, nanti minyak goreng curah yang dikemas tersebut mengacu pada HET Rp 11.000 per liter.

Kebijakan itu dinilai memberatkan pedagang, khususnya pedagang gorengan. Salah satu pedagang gorengan di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat yang bernama Hartawan (28) menilai dengan harga jual minyak goreng curah saat ini, ia hanya meraup keuntungan sedikit. Padahal, ia sudah menjual gorengannya dengan harga Rp 1.000 per buah.

"Jadi mahal minyaknya ya. Ini saja saya jual Rp 1.000 sudah tipis banget untungnya," kata Hartawan ketika ditemui detikcom, Senin (7/10/2019).

Hartawan yang sehari-hari berjualan gorengan dan juga berbagai minuman di kawasan Lapangan Banteng tersebut, hanya meraup keuntungan dari gorengan sebesar Rp 30.000 dari omzetnya Rp 105.000 per hari.

"Saya sehari bawa satu adonan. Satu adonan itu tahunya 60, tempenya 45 buah. Satu kali adonan untungnya cuma Rp 30.000," ujar Hartawan.


Jika harga minyak curah dikemas akan naik meski hanya Rp 500/liter, dampaknya harga gorengan yang ia jual juga turut naik dengan kisaran Rp 1.500-2.000/buah.

"Ya kalau naik mau nggak mau saya jual naik, gorengannya paling Rp 1.500-2.000 saya jual," tuturnya.

Sehari-hari, Hartawan berjualan dari pukul 17.00 WIB hingga 03.00 WIB. Untuk memenuhi kebutuhan dagangannya, ia harus belanja di pagi hari ke Pasar Senen Jaya. Untuk kebutuhan dagangnya per hari, ia memerlukan 2 kilogram (kg) tepung terigu dan 2 kg minyak goreng curah yang ia beli dengan harga Rp 25.000.

Hartawan berharap, pemerintah tak menghentikan peredaran minyak goreng curah. Pasalnya, dengan banyaknya pilihan minyak goreng kemasan saat ini, sudah cukup menutupi kebutuhan masyarakat untuk memperoleh minyak goreng kemasan.

"Sekarang kan yang kemasan banyak pilihan juga. Ya orang kalau mau beli kemasan beli itu saja kayak biasa. Jadi nggak perlu yang curah harus dikemas gitu, kalau kata saya ya. Soalnya ini yang sekarang ini saja untung sudah tipis," tandasnya.



Simak Video "Tarik Ulur Kebijakan Mendag Soal Pelarangan Minyak Goreng Curah"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com