Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 15 Okt 2019 16:52 WIB

Sejam Bertemu Jokowi, Luhut Bakal Jadi Menteri Lagi?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom Foto: Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini belum juga menyampaikan ke khalayak mengenai formasi menteri dan pejabat kabinet kerja periode 2019-2024. Jokowi sendiri akan dilantik menjadi Presiden bersama Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden (Wapres) oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tanggal 20 Oktober 2019.

Beberapa kalangan menilai ada beberapa menteri di periode pertama dipertahankan oleh Jokowi. Namun, nama-namanya belum diumumkan resmi oleh mantan wali kota Solo ini.

Beberapa menteri yang dijagokan tetap menjabat pada periode kedua antara lain, Sri Mulyani Indrawati dan Basuki Hadimuljono. Lalu bagaimana dengan Luhut Binsar Pandjaitan?

Pria yang sekarang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini pun masih malu-malu mengungkapkan ke publik, apakah akan kembali jadi menteri atau tidak.

"Ya kalau saya ngomong, masa saya cerita ke kamu," jawab Luhut singkat di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/10/2019).



Luhut tiba di komplek Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.27 WIB atau lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Luhut bertemu dengan Presiden Jokowi secara internal di Istana Merdeka. Pertemuan berlangsung selama satu jam, sebab Luhut meninggalkan komplek Istana Kepresidenan pada pukul 15.36 WIB.

Luhut bilang, dalam pertemuan itu dirinya membahas mengenai investasi Abu Dhabi. Hanya saja, dirinya tidak menjelaskan secara detil bahwa rencana tersebut sudah deal atau belum.

"Tadi hanya ada laporan mengenai investasi Abu Dhabi," ungkap dia.

Adapun investasi yang bakal diteken oleh UEA di Indonesia yang pertama yakni investasi lahan pertanian di Kalimantan Tengah seluas 100 hektare (Ha). Ia mengatakan, besok, Sabtu 19 Oktober 2019, UEA akan mengirim timnya untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut.

Kedua, soal kerja sama di bidang pertahanan, tanggal 23 Oktober nanti pihak UEA akan menyelesaikan transaksi pembelian kapal pendarat tank (LST) dari Indonesia.

Ketiga, yakni pembangunan Masjid Raya Solo yang akan mereplika Grand Mosque di Abu Dhabi. Dalam proyek ini, Pertamina juga akan memberikan dana hibah ke Pemda Solo untuk menunjang pembangunannya.



Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com