ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Okt 2019 10:37 WIB

RI Gandeng Swedia Bikin Nelayan Melek Teknologi

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: Dok Kadin Foto: Dok Kadin
Jakarta - Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menggandeng perusahaan Swedia untuk meningkatkan produktivitas perikanan dalam negeri. Kadin bekerja sama dengan Supertext, melalui penyediaan Platform komunikasi dan informasi untuk pemberdayaan komunitas perikanan, utamanya nelayan dan pembudidaya untuk meningkatkan produktivitas dan bisnis di sektor ini.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto dan CEO Supertext Martin Jacobson disaksikan langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Maria Berg di Menara Kadin Indonesia, Selasa (15/10/2019).

"Kami akan menerapkan teknologi informasi untuk pemberdayaan komunitas perikanan dan nelayan agar bersiap dan berdaya saing di era digital," ungkap Rosan P. Roeslani dalam keterangan resminya, Rabu (16/10/2019).

Menurut dia, keberhasilan Swedia dalam pengelolaan sektor perikanan dapat diadaptasi dan diterapkan di Indonesia, salah satunya pemberdayaan komunitas dengan penerapan teknologi komunikasi dan informasi.


"Swedia merupakan salah satu negara yang mengandalkan ekonominya dari sektor perikanan, sehingga bisa menjadi rujukan yang bagus untuk kita terapkan sistem pengelolaan kelautan dan perikanannya di Indonesia," jelas Rosan.

Yugi Prayanto menerangkan, dengan penggunaan platform yang dikembangkan Supertext, komunitas perikanan dapat dengan mudah mendapatkan dan berbagi informasi mengenai cuaca, teknis-teknis operasional, sistem penyelamatan di laut hingga pemetaan pasar perikanan dalam waktu real time.

"Selain sebagai pusat informasi, nelayan juga dapat terhubung langsung dengan para pembeli karena ini bisa seperti marketplace ," ungkap Yugi

Dalam pengembangannya lebih jauh, tambah dia, Kadin dan Supertext membuka dukungan dari semua pihak terkait, di antaranya korporasi, investor, instansi dan pemerintah untuk mengimplementasikan program pemberdayaan nelayan dan pembudidaya dengan pendekatan teknologi komunikasi dan informasi agar berdaya saing di era digital.


Martin Jacobson menyampaikan, pihaknya sangat antusias mendukung pemberdayaan komunitas nelayan Indonesia dengan cara meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.

"Kami merasa terhormat dan antusias komunitas perikanan Indonesia bisa menggunakan platform komunikasi kami," ungkap Martin.

Selain nelayan, tambah Martin, supertext bisa digunakan dan diintegrasikan juga dengan tim penyelamatan, angkatan laut dan juga awak transportasi.

"Kami harapkan komunitas perikanan Indonesia bisa mengadaptasi dan memanfaatkan platform kami untuk menunjang produktivitas mereka, sebagaimana yang sudah diterapkan di Swedia," ucap Martin.

Simak Video "Pengusaha Minta Jokowi Turunkan Pajak Perusahaan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com