Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Okt 2019 18:45 WIB

Diminta Koster Diam soal Reklamasi, Luhut: Nggak Usah Dikomentari!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Gubernur Bali I Wayan Koster meminta polemik Teluk Benoa ini dihentikan. Polemik muncul setelah perbedaan pendapat antara Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin Susi Pudjiastuti dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Susi ingin membuat Teluk Benoa jadi kawasan konservasi dan menghentikan reklamasi. Sementara Luhut berpegang teguh dengan Perpres 51 tahun 2014 yang belum direvisi dan mengizinkan reklamasi.

Koster pun tegas meminta Luhut tidak berpolemik lagi soal reklamasi di Teluk Benoa. Dia menegaskan dengan Keputusan Menteri Susi, reklamasi di kawasan Teluk Benoa tidak bisa dilakukan.


Saat kembali dimintai keterangan soal Teluk Benoa dan reklamasi, khususnya pernyataan Koster yang meminta Luhut diam dan tidak lagi berpolemik, lagi-lagi Luhut enggan menjawab. Dia menegaskan tidak ingin mengomentari apapun soal Teluk Benoa.

"Saya nggak tau lah, yang itu nggak usah dikomentarin lah," ungkap Luhut, di kantor BPPT, Jakarta, Rabu (16/10/2019).


Sementara itu, usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa kemarin (15/10/2019), Luhut juga menolak komentar soal Teluk Benoa.

"Saya belum pelajari, nanti lah," kata Luhut.

Simak Video "Pantai atau Pulau Reklamasi, Diksi yang Memicu Kontroversi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com